Editor's Note

Jangan Ada Dusta Diantara Kita

Di Trenggalek, 55 jenazah imigran gelap asal Timur Tengah dikuburkan. Dimakamkan secara massal di TPU Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan,  Surabaya, Jumat (23/3/2012). Mereka korban tenggelam Kapal Motor Barokah di perairan Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur di penghujung 2011 silam.

Alkisah, dari Timur Tengah, para imigran gelap itu hendak ke Australia. Indonesia pun menjadi negeri transit alias tempat persinggahan. Mereka masuk melalui Jawa Timur, Trenggalek persisnya. Di sana mereka bekerja sama dengan oknum TNI dan sejumlah warga setempat agar bisa mengurus keberangkatannya. Kapal Motor Barokah pun disewa dan jumlah penumpangnya lebih dari 80 orang dan jumlah itu melebihi kapasitas. Lalu petaka datang. Di tengah samudera luas, KM Barokah tenggelam, karena kelebihan muatan.

Kisah sedih di atas merupakan satu contoh persoalan imigran gelap di negeri ini. Indonesia menjadi surga, tempat terindah alias terminal terbaik bagi para imigran gelap dari berbagai negara yang hendak menuju negeri harapan, Australia. Selain Trenggalek, tempat-tempat lainnya yang strategis, menjadi tempat transit para imigran gelap tersebut.

Tak dapat disangkal Australia memiliki pesona dalam segalanya. Itulah yang membuat orang dari negeri lain termasuk orang di negeri kita ingin berdatangan dan menjadi warga negara Australia. Jika melalui jalur resmi, dipastikan berbelit-belit. Yang tidak berbelit-belit adalah melalui jalur ilegal, menjadi imigran gelap, pura-pura mencari suaka walau harus menempuh risiko. Fakta berbicara, banyak juga yang berhasil walau banyak juga yang diusir atau dideportasi.

Data International Organization of Migration (IOM) tahun 2011 menunjukkan bahwa ribuan imigran gelap telah tertangkap ketika melintas Indonesia. Terbanyak dari mereka adalah warga negara Afghanistan (1.110 orang atau 50,6% dari total 2.193 orang) disusul Srilanka, Iran, Myanmar (orang-orang Rohingya), Iraq, dan Pakistan serta negara-negara lain. Namun angka itu belum menggambarkan jumlah yang sebenarnya karena jumlah yang tidak terdeteksi bisa jadi lebih besar daripada yang terdeteksi.

Dahulu kita berpikir, imigran gelap itu diam-diam masuk negeri kita. Tetapi ternyata tidak. Imigran gelap itu bekerja sama dengan sejumlah warga bangsa ini. Ironisnya, aparat penegak hukum kita seperti pihak imigrasi, polisi dan jaksa termasuk TNI menjadi bagian dari bisnis gelap tersebut ya mereka menjadi penyelundup (smuggler) yang melakukan pekerjaan penyelundupan (smuggling), lalu muncullah istilah people smuggling.

Tidak bisa tidak, pemerintah kita harus bekerja keras untuk mengatasi hal ini. Kerja sama dengan Australia telah dilakukan dan ini harus ditingkatkan. Perbaiki undang-undang terkait. Aparat juga harus memiliki komitmen dan konsistensi tinggi untuk menjalankan undang-undang tersebut. Jangan ada dusta di antara kita.