Frigi-Frigi Write

Konstruksi Lukisan Iswanto (Bag. 1)Makna Warna

[quote align=”center” color=”#999999″]Imagescape dihasilkan oleh simulasi, permainan komputer, sinema digital, dan budaya populer perlu dieksplorasi untuk memahami secara lebih lengkap persimpangan budaya, pengalaman identitas, analisis ini akan tergantung pada rasa imajinatif terhadap pentingnya gambar untuk makna dan pengalaman yang membentuk hidup sehari-hari. Integrasi gambar gambar-dunia ke dalam identitas manusia memiliki implikasi yang jauh melampaui gambar itu sendiri. Ron Burnett, HOW IMAGES THINK, MIT, 2004[/quote]

Proses Melukis Iswanto: Dari Warna Ke Image
Goresan-goresan warna diatas kanvas yang memperlihatkan warna bercampur membuat sebuah image. Baik itu kuda, sepeda, tubuh dan bentuk lain yang dilihat secara presentatif merupakan image. Iswanto melukiskan dengan mencampur cat dalam palet-palet disamping kanan dimana dia melukis. Sedangkan kanvas putih ada dihadapan dirinya. Pisau palet yang digunakan untuk membuat lukisan adalah pembentuk image tersebut.

Mulai darimanakah Iswanto melukis? Terutama gagasan diatas kanvas dia dapatkan dari apa? “Ide dari membaca artikel, juga melihat bentuk-bentuk visual bahkan nonton film yang dapat memberi saya inspirasi melukis,”ungkapnya pada kesempatan pembicaraan itu. Awal ini lah yang menarik secara aksiologis menguak lukisan Iswanto. Gambar diatas kanvas merupakan rekaman imajinasinya untuk membuat interpretasi terhadap sebuah image visual.

Apa yang menarik dari lukisan Iswanto? Selain proses pencarian gagasan apa yang hendak dilukis, Iswanto juga menggunakan warna untuk mengunggah image visual atau lukisan. Kecenderungan penggunaan warna yang pekat, kental dan ekspresif dalam membuat image diatas kanvas terlihat lugas. Serta warna memenuhi seluruh bidang kanvas. Tidak sedikitpun bidang kanvas kosong. Saturation warna pada bidang kanvas ini memperlihatkan visual ekpresionis Iswanto terlihat jelas.

“Warna menjadi naluri. Sehingga menjadi satu, mengalir, apalagi saat melukis. Warna begitu saja menempel di kanvas,” ungkap Iswanto dalam wawancara 5 Maret 2012, jam 10.00. Sisi intuitif ini merupakan konfigurasi bahwa lukisan yang dikerjakan Iswanto penuh dengan warna-warni yang berbaur mengikat warna itu menjadi suatu image visual. Proses warna membentuk image secara keseluruhan menjadi bentuk-bentuk merupakan bagian naluriah yang mendasari proses. Bentuk-bentuk visual yang di lukiskannya merupakan aksi terhadap apa yang menjadi persepsi dirinya terhadap studi visual yang di konstruksi untuk membuat tanda.

Melalui Warna Memahami Abstraksi

[quote align=”center” color=”#999999″]…..pengalaman emosional terhadap nilai merupakan yang utama bagi seluruh pengalaman terhadap realitas. Nilai merupakan dasar apriori bagi emosi, obyek intensional perasaan. Meskipun pikiran terbuka terhadapnya. Namun nilai tersebut secara langsung diberikan pada intensional perasaan sebagaimana warna diberikan pada penglihatan. Nilai Etika Aksiologis, Max Scheler, Paulus Wahana, Penerbit Kanisius, 2004[/quote]

Warna-warna segar dapat di nikmati pada kanvas Iswanto. Lukisannya membuat kita seperti melihat sesuatu yang tersembunyi. Kondisi metropolitan ini tidak terhindarkan dengan keriuhannya yang berbagai warna atau perilaku. Masing-masing membawa karakternya, Pameran ini yang mengidentifikasi keadaan dimana jalanan yang penuh warna menjadi seuatu yang perlu diuraikan baik dengan obyek dalam karya atau lukisan.

Proses identifikasi ini yang memilah bagaimana warna ternyata mempunyai tanda tersendiri dalam kehidupan, kembali lagi pada kata-kata bahwa hidup ini memang penuh warna. Perlunya mengindentifikasi warna, seperti kita memilah bagaimana warna yang harus dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih menarik untuk dinikmati satu demi satu, mengupas estetika yang terlihat tanpa tatanan ini. Sebenarnya inimerupakan pemaknaan untuk melihat lebih luas dimana pengertian warna mempunyai obyektivitas.

Foto: “Kalah Menang Bukan Tujuan 2” Oil on Canvas, 200 x 150 cm – 2012 (www.iswanto.com)

Konstruksi Lukisan Iswanto: From Bodies to Imagescape (Bagian 2)
Konstruksi Lukisan Iswanto: Tanda Dalam Membuat Konstruksi Visual (Bagian 3/Habis)

Please follow and like us:
24