Frigi-Frigi Write

Konstruksi Lukisan Iswanto (Bag. 3/Habis)Tanda Dalam Membuat Konstruksi Visual

“Melukis tidak ada yang salah tingkah apapun sah-sah saja,”ungkapan Iswanto pada pertemuan malam itu. Ini membuat saya tertegun. Mengapa? Iswanto nampak menjaga perasaan secara intens ketika ‘berdialog’ dengan kanvasnya. Ungkapan itu cukup menjaga intensitas perasaannya pada tingkatan tertentu apalagi penglaman emosionalnya yang matang. Iswanto menunjukan ketenangan diri.

Apa hubungannya dengan warna? Terlihat pemilihan warna yang ditampilkannya, mempunyai kecenderungan cerah. Sisi ekpresi visual lebih pada simbol yang permisif terhadap sebuah adegan. Sehingga warna mendukung untuk di buat sebagai fragmentasi suatu ide. Kelengkapan warna dari seluruh kanvas atau blok-blok warna diatas kanvas cenderung penuh. Hingga membuat visual nampak membuat citra warna bukan garis untuk membentuk lukisan itu. Konstruksi visual ini membangun tanda yang begitu ekspresif. Tanda visual dibangun dengan warna yang muncul.

Kembali saya menyimak Max Scheler diatas. Masalah intensionalitas perasaan yang digunakan untuk membuat konstruksi semacam ini membutuhkan hal itu. Iswanto tidak mencoba membuat garis dalam penciptaan visual tetapi membuat visual itu sebagai bangunan yang mandiri dengan warna. Warna cerah yang menyelimuti kanvas dengan konstruksi visual yang ada membuat lukisan Iswanto nampak segar.

Itulah aksi Iswanto dalam memunculkan kondisi emosionalnya dengan praktek pembentukan lukisan yang memberi pandangan segar dan ekspresif pada visual yang dibentuknya. Iswanto mempunyai kecendrungan menjaga intensi perasaan dengan warna yang dipakainya dalam konstruksi visual di lukisan-lukisan tersebut. Generalisasi demikian kuat dalam membuat tanda dengan warna. Hingga warna dalam lukisan Iswanto nampak berdasar pada warna.

Mungkin ini makna warna yang diterapkan iswanto dalam proses melukisnya. Konstruksi visual dengan warna memberi tanda secara intensi bahwa warna adalah makna dalam setiap pemaparan visual khususnya dalam melukis. Ini merupakan premis yang Iswanto perlihatkan. Sedangkan tingkah yang diperlihatkan adalah ekspresi yang dinampakan untuk mengisi kanvas menjadi sebuah ruang dengan petanda yang di konstruksinya.

Foto: “Bunganya Bunga 2” Oil on Canvas, 200 x 150 cm – 2012 (www.iswanto.com)

Konstruksi Lukisan Iswanto: From Bodies to Imagescape (Bagian 2)
Konstruksi Lukisan Iswanto: Tanda Dalam Membuat Konstruksi Visual (Bagian 3/Habis)

Please follow and like us:
18