Frigi-Frigi Write

Suatu Hari Dalam Hidup Angie

Batas kesadaran ternyata mempunyai tempat yang tidak terduga. Di mana akhir kesadaran muncul? Sisi personal yang menentukan ataukah orang lain? Mungkin ini yang menarik jika dihadapkan pada pengalaman yang di luar dugaan.

Kasus Angelina Sondakh sebagai pesakitan yang duduk di kursi tersangka pada kasus korupsi. Melalui sidang perdana tanggal 6 September 2012. Tetapi bukan ini yang menyentuh, walaupun menjadi berita yang menarik untuk diulas berlembar-lembar. Tetapi perjalanan kesadaran untuk memperlihatkan bagaimana mentalitas orang dalam mengarungi kehidupan harus memilih dan dipilih ternyata lain. Realitas sosial sepertinya yang membimbing dirinya untuk menguak apa yang terjadi seorang Putri Indonesia 2001, demikian pilihan dewan juri pemilihan kontes tersebut.

Penilaian kontekstual tentang perjalanan hidup yang menentukan adalah kesadaran bahwa prestasi puncak harus dijaga sebagai image yang akan dibawa selamanya. Seorang Angie dengan membawa citra sebagai Putri Indonesia ternyata tidak melakukan hal itu. Perilaku personal di sini ternyata menentukan. Tetapi pengaruh realitas di sekeliling di mana dirinya hidup juga menjadi acuan. Karena sistem dalam proses kehidupan dan realitas sosial mempunyai implikasi yang tidak dapat tinggalkan.

Perubahan status dalam jangka waktu sekian tahun dari Angie ada perilaku yang menentukan dorongan tertentu. Terutama dalam membentuk sikap ketika beradaptasi dengan lingkungan di mana realitas itu sedang berlangsung. Dugaan korupsi yang dilakukan membuat citra seorang putri yang seharusnya dapat melangkah menjadi image seorang perempuan yang sempurna seperti putri dalam image kontes ternyata berbalik seratus delapan puluh derajat.

Realitas panggung, realitas politik
Realitas yang dihadapi Angie ternyata menghanyutkan dirinya. Kenapa? Perubahan status sosial menjadi tanda bahwa realitas membawa segala-galanya dalam diri dan kehidupannya. Kekuatan berhadapan dengan realitas ternyata tidak sekuat dirinya menjadi tokoh panggung dalam konteks Putri Indonesia 2001. Kondisi yang berbeda ini telah dan akan berlangsung. Seperti memberitahu bahwa dirinya mengalami siklus kehidupan puncak yang akan berakhir segera dalam jeruji besi.

Realitas politik kini juga telah mengalami guncangan dengan tersangka yang nampak, ternyata hadir dari partai-partai besar dan mempunyai hegemoni terhadap pengambilan keputusan. Terutama keputusan penggunaan Anggaran Belanja Negara. Keterlibatan Angie di sini ternyata mengubah dirinya seperti melepas citra sebagai Putri Indonesia dengan bermain-main dalam ruang yang tidak terkendali yang bernama panggung politik. Maka guncangan juga terjadi pada dirinya. Mengikuti irama guncangan realitas politik yang sedang berlangsung.

Realitas Angie, realitas sosial
Seluruh pencitraan yang dilakukan sekian tahun hilang begitu saja, image seorang putri ternyata hanya citra diri menjadi kontestan belaka. Hal ini memperlihatkan bagaimana realitas membentuk sosok pribadi yang mengalir bersama kehidupan sosial, tidak dapat menghindarkan diri dari chaos lingkungan. Sehingga segala macam pencitraan hanya topeng belaka membentuk diri menjadi seakan akan seperti alam pencitraan tetapi lain ketika terlihat aslinya.

Persinggungan sosok dengan realitas dalam menjaga citra ternyata pudar dalam kasus kehidupan Angie. Latar belakang sosial dirinya terbawa arus yang telah mengubah dirinya dalam status sosial Angie yang lain. Secara sosial mengarahkan perubahan roda kehidupan ada atas dan ada bawah, jika melihat status sosial yang disandangnya sekarang. Apakah Angie mempunyai kesadaran tentang ini? Begitulah batas kesadaran yang sedini mungkin harus dijaga untuk memperlihatkan kesadaran diri alam memilah hidup. ***

Please follow and like us:
18