Frigi-Frigi Write

Birokrasi Yang Membebaskan

Sebelum mengupas birokrasi, apa yang ada dalam birokrasi? Tatanan. Ini yang menarik dalam membicarakan birokrasi karena keterlibatan subyek dalam menangani tatanan adalah sistem. Dimana keterlibatan subyek dalam melaksanakan sistem itu kental. Sehingga apa yang dinamakan gerak sistem dalam pengendalian birokrasi tidak mungkin tanpa subyek.

Tetapi apa yang menyebabkan subyek menjadi bagian yang menyebabkan birokrasi menjadi terlihat lemah, yakni perilaku subyektif terhadap keberadaan tatanan. Setelah tatanan bergerak dalam ruang yang telah ditentukan maka subyektivitas pengendalian terus berlangsung. Dimana titik lemah birokrasi berada dalam ruang subyektif, pengendalian yang seharusnya tidak dilakukan seperti, mengutamakan kepentingan pribadi, memunculkan conflict of interest terhadap keberadaan birokrasi. Faktor pertama inilah yang membuat birokrasi mengalami tekanan dan dianggap lemah kerjanya.

Padahal subyektivitas birokrasi, subyek yang menangani langsung tatanan itulah yang membuat conflict of interest berkembang. Hingga tatanan yang seharusnya dianggap sebagai sistem yang bekerja dalam masyarakat terganggu. Walaupun gangguan tidak menyebabkan kerja birokrasi rusak tetapi cukup memberi nilai bahwa birokrasi lemah. Ini anggapan fundamental dari proses penilaian diluar birokrasi sebagai tatanan. Tetapi mempengaruhi proses kerja tatanan.

Hannah Arendt melihat dalam totalitarisnisme sebagai kebebasan manusia, tidak penting. Apa hubungannya dengan tatanan, apa hubungannya dengan birokrasi? Melalui totaliterisme birokrasi terpuisat pada negara, dimana politik warga sudah tidak dianggap lagi, suaranya cenderung ditiadakan. Negara sebagai garda depan warga suara bergerak model piramid. Ujung atas adalah yang paling lancip. Bawah melebar.

Suara dari puncak birokrasi turun kebawah, kekuasaan ada diujung paling atas piramid. Turun melebar, dibawah ada kekuasaan yang terbagi di masyarakat langsung sebagai pengawas perilaku politik warga supaya tidak melenceng dari kemauan penguasa puncak. Model birokrasi semacam inilah yang menghancurkan keberagaman.

Menurut Hannah Arendt menghancurkan keberagaman, manusia jadi benar-benar mendominasi manusia bahwa mereka berhenti menjadi individu dan hanya menjadi massa identik. Secara kehendak politik warga membeku. Kondisi masyarakat secara langsung menjadi bagian yang tidak aman. Sedangkan penguasa yang memutuskan kebijakan dapat bertindak sewenang-wenang mengubah kebijakan birokrasi. Ini lah subyektivisme birokrasi bergerak mengendalikan masyarakat secara lemah.

Birokrasi yang demikian memperlemah tatanan yang ada baik itu tatanan masyarakat atau tatanan sosial yang tidak dapat terbantahkan lagi bahwa puncak-puncak kekacauan akan terbentuk dan membuahkan ledakan-ledakan yang cenderung merusak tatanan atau mengubah sistem sosial kemasyarakatan. Ini bukan birokrasi yang membebaskan.

Model totalitarianisme tidak melibatkan politik warga. Suara dari masyarakat beku, cenderung tidak menjadi masukan kebijakan. Sedangkan suara pengambil kebijakan mempunyai kepastian, selalu benar, serta menjadi aturan yang tidak dapat ditolak warga masyarakat. Tatanan semacam ini mempunyai kecenderungan menolak suara dari masyarakat.

Sedangklan birokrasi menangani apa yang ada di masyarakat, khususnya tentang kebijakan yang membuat aturan politik warga saling menghormati. Kebijakan bukan lagi sebagai model pengawasan masyarakat tetapi memberi peluang menata warga sendiri. Kondisi warga tidak tertekan dalam menjalankan kehidupan sosialnya. Kebijakan dari hasil produksi birokrasi memperlihatkan hasil kebaikan untuk dilaksanakan bersama.

Birokrasi yang membebaskan merupakan hasil interaksi pembuat kebijakan dengan apa yang tersirat dalam masyarakat. Walaupun masyarakat tidak bersuara, tetapi pembuat kebijakan yang menghasilkan produk birokrasi harus dapat melihat, bahwa ‘yang tersirat’ perlu dikembangkan dalam dalam produk birokrasi untuk dijadikan bahan yang tersurat.

Segala data yang terkumpul dalam ppolitik warga adalah material produk birokrasi yang dapat diolah untuk memberi jalan masyarakat melaksanakan hajat hidup. Birokrasi melayani pengmebangan hajat hidup itu untuk mempelihatkan perkembangan sosial potis dan sosial ekoniomis dalam sudut pandang tatanan dan progresifitas warga dalam beradaptasi dengan tatanan di luar. ***