News

Misji Lima Penyidik Polri ‘Bekas’ KPK, Belum Melapor

Jakarta – Keputusan Polri menarik 20 penyidiknya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu, memang memiliki banyak kejanggalan. Dengan berdalih karena habis masa tugas mereka sebagai penyidik, alih-alih Polri pun menggunakan ketentuan undang – undang bahwa Polri berhak tidak memperpanjang masa tugas para penyidik tersebut. Apalagi, penarikan tersebut bersamaan dengan bergulirnya ‘bola panas’ kasus simulator SIM Korps Lalu Lintas.

Dari perkembangan kondisi yang ada sekarang, sekitar 15 penyidik menyatakan kesediaannya untuk tidak memperpanjang masa tugasnya di KPK. Ketika ditanya bagaimana sisa lima penyidik lainnya, Kabag Penum Kombes Agus Rianto mengungkapkan, “Kelima penyidik tersebut belum memberikan pernyataan,” terangnya di Mabes Polri, Jumat 28 September 2012 di Jakarta. Terkait kembalinya 15 penyidik tersebut, Agus menambahkan mereka diberi kesempatan untuk memilih ditempatkan dimana. “Menyangkut penempatan, mereka berurusan dengan SDM Polri,” jelasnya.

Namun, dari 20 penyidik yang sudah habis penugasannya, masih tersisa lima penyidik. “Mereka (5 penyidik), belum memberikan pernyataan resmi. Yang pasti, mereka sudah dididik menjadi perwida dan dewasa dalam memilih,” ujarnya. Meskipun sudah habis masa penugasannya, menurut Agus, penyidik tersebut masih bisa menuntaskan tugasnya sebagai penyidik perkara-perkara ada. “Sampai ada rotasi pergantian penyidik, mereka masih bisa bertugas,” tambahnya. Jadi, lanjut Agus, ketika rotasi sudah dilaksanakan, maka legalitas mereka sebagai penyidik sudah dicabut. Dengan demikian, Agus mengatakan, surat perintah penyidikan itu memiliki batas waktu. “Artinya, bila surat perintah sudah habis masa berlakunya, yang bersangkutan tidak mempunyai kewenangan dalam proses penyidikan,dan cacat hukum jika mereka tetap melakukannya” cetusnya. Kelima penyidik tersebut adalah Kompol Bambang Sukoco, Kompol Rilo Pambudi, Kompol Rizka Anung Nata, Kompol Sugianto dan Kompol Hendrik,

Bagaimana bila KPK merekrut kelima penyidik tersebut? Agus menjawab, mereka harus berstatus pns ketika direkrut. “KPK sendiri khan bukan lembaga ‘pns’, jadi jika menginginkan mereka, ya status penyidik tersebut harus pns ataupun pns yang diperbantukan,” jawabnya.

‘Penyidik’ Baru

Dalam persiapan melakukan rotasi tersebut, pihak Polri sudah menyiapklan 50 calon penyidik baru untuk KPK. “Saat ini kami akan menyiapkan 50 penyidik baru, dan sekarang sedang dilakukan seleksi oleh bagian SDM Polri,” terangnya. Jumlah yang terbilang banyak ini, menurut Agus, merupakan langkah Polri untuk persiapan untuk pergantian selanjutnya. “Jika KPK meminta seleksi penyidik sebanyak 30, maka kami akan langsung menyediakan. Otomatis tersisa 20 penyidik cadangan,” katanya. Para penyidik tersebut dari tingkat kepangkatan mulai dari perwira pertama hingga menengah. *** (Puji)

Please follow and like us:
0