News

Bawaslu Harapkan Kerjasama Media

Jika pemilu adalah arena pertandingan, Bawaslu adalah wasit. Menjadi sulit jika wasit yang terbatas mengawasi peserta yang banyak. Sebagai panitia, KPU diharapkan Bawaslu bisa tegas dan terbuka dalam verifikasi agar partai sedikit dan berkualitas.

Penjelasan itu disampaikan Ketua Bawaslu Muhammad dalam “Pelatihan Pengawasan Pemilu bagi Media Massa dan Ormas Tahun 2012”, Jumat (19/10) di Bogor, Jawa Barat.

Sadarnya keterbatasan dan pentingnya pengawasan partisipatif mendorong Bawaslu bekerjasama dengan media dalam penyelenggaraan pemilu. “Kita bersama mengawasi pemilu khususnya di verifikasi faktual,” kata Muhammad.

Bawaslu angkat topi pada KPU mengenai persyaratan. Dari ketatnya persyaratan ada harapan partai yang lolos sedikit dan tinggi kualitas. “Bawaslu itu wasit pemilu. Bisa dibayangkan jika pemainnya banyak, wasitnya terbatas,” tutur Muhammad.

Selain itu, keterbatasan Bawaslu berupa pengawasan ke daerah karena belum terbentuknya Bawaslu provinsi. “Bawaslu kesulitan dalam pengawasan verifikasi faktual dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut serta mengawasi pemilu,” jelas Muhammad.

Dua keterbatasan tersebut menyertai cita terwujudnya pemilu yang Luber, Jurdil dan demokratis menjadi dasar Bawaslu mengadakan pelatihan berperspektif pengawasan pemilu untuk media. Pun ini merupakan bagian kerjasama yang dibutuhkan Bawaslu. *** (Usep)

Sumber: www.rumahpemilu.com

foto: www.bawaslu.com