News

Bumi Perkemahan Cibubur Rawan Korupsi

JAKARTA, 25/2 - Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar berusaha menghindari wartawan setibanya di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (25/2). Azrul Azwar memenuhi panggilan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPIDSUS) terkait dugaan penyelewengan dana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Nasional (APBN) yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran Kwartir Nasional Pramuka.

 

Jakarta – Niat Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka yang mengadakan kerjasama dengan PT. Purnama Alam Sakti (PAS) pada 21 Maret 2012 lalu, dengan 23 pasal yang salah satu menyebutkan, 189.934 meter persegi untuk diserahkan pengelolaan dan pengembangannya kepada PT. PAS, memunculkan riuh kekhawatiran. Bagaimana tidak, lahan sebesar itu akan dijadikan pusat rekreasi dan pusat perbelanjaan.

Kwarnas sendiri menerima uang senilai Rp. 510 miliar dari perjanjian tersebut. Sistem perjanjian yang built operate transfer (bot) dengan masa 30 tahun. Di mana selama itu pula PT. PAS berhak apa saja terhadap lahan itu. Kwarnas sendiri berdalih kesulitan atas biaya operasional tahunan yang harus dibayar senilai Rp. 100 milliar.

BPKP sendiri sudah menyurati Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, yang menyatakan Ketua Kwarnas Pramuka dan Tim Buperta telah mengabaikan ketentuan hukum. Yakni, Keppres Nomor 42 Tahun 2002 Pasal 9, Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 470 Tahun 1994 dan Surat Keputusan Ketua Kwarnas Nomor 113 Tahun 2005. Bahkan, BPKP jugan merekomendasikan agar Mensesneg memerintahkan pimpinan Kwarnas untuk meninjau kembali terhadap kontrak dengan PT Prima Tangkas.

Selanjutnya, BPKP juga akan mengaudit laporan keuangan yang ada di Kwarnas.

Gerak Kejaksaan

Tampak kehadiran beberapa orang berseragam pramuka mendatangi gedung bundar Kejaksaan Agung pada 20/2. Namun ketika ditanyai REQuisitoire salah satu orang yang belum diketahui namanya tersebut berkilah. “Saya legalisir aja kok ke sini,” ucapnya sambil berlalu.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Andhi Nirwanto mengaku pihaknya sedang melakukan penyelidikan. ” Sedang dalam penyelidikan,” ungkapnya.

Bisa jadi, dalam waktu dekat ini akan ada peningkatan status penyelidikan menjadi penyidikan. Malahan bisa juga muncul tersangka dan dugaan tindak pidana korupsi. *** (Puji)

 

Foto: ANTARA/ Reno Esnir.