Headline News

Kendaraan Pribadi Pakai Rotator, Harus Sesuai Ketentuan

Jakarta – Demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas, Maka Dirlantas Polda Metro Jaya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, edukasi dan penegakkan hukum. “Kami akan melakukan penertiban. Penertiban di sini adalah melakukan edukasi, pembangunan infrastruktur dan penegakkan hukum,” imbuhnya.

Sebagai ibukota negara Republik Indonesia, pemandangan mobil penegak hukum  ataupun pengawalan VVIP/VIP menjadi hal yang lumrah di tengah kemacetan. Sudah pasti, mereka (penegak hukum/pengawalan) menggunakan suara sirine dan lampu rotator menjadi identitas untuk memperingatkan, menunjukkan dan meminta diberikan jalur. Namun apa jadinya, bila kendaraan pribadi menggunakan tanda dua lampu rotator dan sirine? Hal inilah yang tampak di jalanan ibukota sekarang.

“Iya, sekarang banyak kendaraan pribadi yang gunakan sirine seperti pengawalan maupun aparat. Saya refleks saja minggir buat kasih mereka lewat. Eh, ternyata iring-iringan klub mobil,” ujar Irma kepada REQuisitoire. Lain hal dengan Irma, Guntoro pengendara roda dua yang memodifikasi kendaraannya dengan menambahkan lampu rotator biru dan sirine ini, mengaku hanya untuk keperluan klub motornya. “Ya untuk jalannya lancar mas, ketika kita sedang touring dan konvoi,” tuturnya.

Menanggapi kondisi seperti itu, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Dr. Chrysnanda Dwi Laksana mengatakan, masyarakat perlu ketahui ada beberapa macam penggunaan jenis warna lampu yang digunakan penegak hukum maupun pengawalan. Lampu merah sebagai tanda emergency atau bahaya, biasa digunakan oleh ambulans, pemadam kebakaran. Warna biru untuk penegak hukum atau pengawal VVIP/ VIP. Sedangkan warna kuning untuk penanda untuk kendaraan yang mengangkut barang-barang yang berbahaya seperti bahan peledak atau kimia. “Jadi, kalau menggunakan tanpa hak atau tidak sesuai ketentuan ini, tentunya merugikan bagi pengguna jalan lain,” ujar mantan Dirlantas Polda Riau. Chrysnanda menambahkan, jalan raya adalah tempat umum, di mana penggunanya mempunyai hak dan kewajiban yang sama. “Jadi, yang sembarangan menggunakan dua penanda tersebut dan tidak sesuai ketentuan. Sudah termasuk melanggar aturan. Kontra produktif jadinya,” tegasnya.

Untuk itu, dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas, maka Dirlantas Polda Metro Jaya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, edukasi dan penegakkan hukum. “Kami akan melakukan penertiban. Penertiban di sini adalah melakukan edukasi, pembangunan infrastruktur dan penegakkan hukum,” imbuhnya. Chrysnanda kembali menegaskan, penertiban ini bertujuan untuk membangun kesadaran, tanggung jawab dan disiplin.*** (Tian)

Please follow and like us:
17