Headline News

Apresiasi untuk Daya Juang Wirausaha Mikro Indonesia

Jakarta – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia menunjukkan bahwa jumlah UMKM di Indonesia pada 2012 mencapai 56,53 juta unit, di mana sebanyak 55,85 juta unit (98.8%) diantaranya adalah usaha mikro. Sektor usaha ini juga menyerap hampir 99 juta jiwa sebagai tenaga kerja. Tak hanya itu, sektor UMKM juga menyumbang kontribusi besar terhadap PDB nasional Indonesia, yaitu sekitar 57,4%. Dengan demikian, baik dari sisi penyediaan lapangan kerja maupun sumbangan kepada PDB, sektor usaha ini memiliki peran yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Dalam upaya mengakselerasi pengembangan usaha para wirausaha mikro dan mendorong perkembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Indonesia, Citi Peka bersama UKM Center FEUI kembali menggelar Citi Micro-Entrepreneurship Award (CMA) 2013. Program ini merupakan komitmen Citi dalam memberikan apresiasi kepada para wirausaha mikro yang kreatif, memiliki kepedulian sosial, dan berdaya juang tinggi, yang telah menerima pinjaman dan mendapatkan pembinaan dari LKM. Diselenggarakan sejak tahun 2005, CMA telah diikuti oleh 4.818 pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia dan menobatkan 82 wirausaha terbaik dari berbagai kategori.

Dengan pendaftaran yang dibuka sejak Juni silam, sebanyak 451 wirausaha mikro dengan omzet tahunan di bawah Rp 100 juta per tahun atau laba bersih maksimal Rp 3 juta per bulan telah berpartisipasi pada CMA 2013. Melalui berbagai tahapan seleksi, yakni; administratif, survei tempat usaha dan wawancara, kemudian terpilih 16 (enam belas) finalis dari seluruh Indonesia yang terbagi dalam 4 (empat) kategori, yaitu; wirausaha mikro perempuan, wirausaha mikro sosial, wirausaha mikro berwawasan lingkungan, dan wirausaha mikro pelestarian budaya. Pada sesi final yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa, 10 Desember 2013, para finalis ini diuji oleh panel juri yang terdiri dari Agung Laksamana (Citi Indonesia), Ika Tejaningrum (Bank Indonesia), Finaldo Muchtar (Al-Husna Garment), Tika Bisono (Tibis Sinergi), Rahmat Purboyo (Bisnis Indonesia) dan Sisdjiatmo K. Widhaningrat (FEUI). Sisdjiatmo K. Widhaningrat, Kepala UKM Center FEUI yang juga adalah juri final sebagai perwakilan akademisi dalam kesempatan ini mengatakan, “Program CMA ini memiliki keunggulan tersendiri karena menyasar ekonomi pasar rumput yang belum banyak diperhatikan oleh pihak lain. Bukan hanya dalam hal pemberian penghargaan, tahun ini program ini juga turut memberikan pendampingan untuk alumialumninya berupa intensive assistance program, bekerja sama dengan lembaga keuangan mikro di daerah sebagai partner lokal.”

Para juri telah menentukan pemenang dari tiap kategori dan juga seorang wirausahawan mikro terbaik 2013. Pada kategori wirausahawan mikro perempuan, terdapat dua pemenang, yaitu Sudaryanti (Jawa Tengah) dengan usahanya di bidang snack sayuran dan Uswatun Khasanah (Jawa Tengah) yang berhasil mengolah makanan dari terong Belanda. Sementara itu kategori wirausaha mikro sosial dimenangkan oleh Jauhara (Jawa Timur), yang menekuni usaha kerajinan perhiasan wanita dan Suheri (Sumatera Utara) yang sukses menjadikan lele sebagai abon.

Sedangkan kategori wirausaha mikro berwawasan lingkungan menghasilkan dua pemenang. Mereka adalah Sulthan Alfathir (Jawa Timur), yang berhasil mengembangkan keripik Gondang Mas, dan Muchamad Sururi A.W. (Jawa Tengah) yang telah memajukan usahanya di bidang alat peraga edukasi PAUD.

Kategori wirausahawan mikro pelestarian budaya, terdapat dua jawara, yaitu Jimmy Afaar (Papua) dan Sujiono (Jawa Tengah). Jimmy sukses menjalankan usahanya di bidang batik port numbay Papua. Sedangkan Sujiono menekuni usaha di bidang sanggar ponokawan. Tampil sebagai pemenang wirausahawan mikro terbaik 2013, yaitu Indra Yeni (Sumatera Barat) dengan bidang usahanya tenun unggan lansek manih.

Melihat perkembangan yang terjadi di Citi Microentrepreneurship Award 2013, Agung Laksamana, Country Corporate Affairs Director Citi Indonesia amat mengapresiasinya. “Signifikansi peran dari wirausaha mikro di Indonesia tentu sudah tidak perlu diperdebatkan. Namun mencari sosok pelaku usaha mikro yang inspiratif dalam hal mampu mengelola sumber daya lokal tanpa merusak lingkungan, mencintai Indonesia hingga bersedia mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk pelestarian budaya nusantara, memberdayakan masyarakat dan perempuan dalam pendekatan kewirausahaan – ini adalah tujuan besar dari Citi Microentrepreneurship Award. Para finalis ini kami anggap patut untuk memperoleh penghargaan dan perhatian khusus agar lebih berkembang ke depannya.” ungkap Agung. *** (Pras)

Please follow and like us:
20