Headline News

6 Pelaku Pembobol ATM BCA Berhasil Dibekuk

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Imgrasi berhasil menangkap enam orang Warga Negara Malaysia yang diduga pelaku pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Central Asia (BCA).

“Penangkapan keenam pelaku dilakukan pada 28 Februari lalu sekitar pukul 14.00 WIB oleh pihak imigrasi, di pelabuhan Batam Center ketika ingin melintas ke Johor Bahru Malaysia. Atas informasi tersebut, kami langsung mengerahkan tim menuju kesana,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Arief Sulistyono di Bareskrim Mabes Polri, Senin (3/3).

Keenam pelaku tersebut adalah, Ong Lung Win (24 tahun), Lee Chee Kheng (31 tahun), Ooi Choo Aun (42 tahun), Saw Hong Woo (27 tahun), Khor Chee Sean (26 tahun) dan Teoh Chen Peng (24 tahun). Kesemuanya warga negara Malaysia.

Arief menambahkan,penangkapan tersebut diawali dari laporan pihak Bank BCA (LP /212/II/ 2014/ bareskrim) pada tanggal 25 Februari 2014 lalu, yang melaporkan bahwa telah terjadi aksi pencurian uang dari ATM para nasabah Bank BCA.

“Pembobolan yang dilakukan sekitar tanggal 8 sampai 25 Februari, terjadi di berbagai tempat, yaitu di Jakarta, Bandung, Medan dan terakhir di Batam,” ucapnya.
Setelah mengambil uang nasabah, pelaku menukarkan ke beberapa mata uang asing. Ini letak pencucian uangnya.

Modus yang digunakan pelaku terbilang cukup canggih. Dikatakan Arief, pelaku dalam menjalankan kejahatannya telah memasang kamera CCTV dimesin ATM yang bertujuan untuk merekam nomer PIN para nasabah pada saat hendak bertransaksi.
“Mereka juga memasang alat Skimmer (perekam data maghnet chip kartu ATM) milik para nasabah yang bertujuan untuk menggandakan maghnet chip milik para nasabah dengan kartu yang pelaku buat sendiri.”

Dari pantauan polisi, pelaku memasang alat canggih nya di ATM empat Rumah Sakit, yakni, RS Pondok Indah, RS Pantai Indak Kapuk, RS Husada dan RS Boromeus Bandung.

“Total uang cash yang dicuri dari nasabah sebesar Rp 1,243 miliar, dan itu berasal dari 112 nasabah BCA,” sambungnya.
Penghuni hotel di medan, warga negara malaysia. Setelah memperoleh data, pola komunikasi ada hubungan pola atm medan, batam dan jakarta. Terdapat ratusan ribu no hp, kesulitan kami identitas pengguna nomor tlpn itu. Data bodong semua.

Penyidik polri saat ini telah mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya sejumlah uang tunai yang terdiri dari USD6000, SGD63.000, Rp26.127.000, Bath Thailand600, total keseluruhan sekitar Rp726 juta, 6 dokumen paspor, 11 buah handphone, 1 buah laptop, 1 buah Ipad, 24 buah kartu ATM/Visa/lainnya dan 14 buah simcard.

Atas perbuatan tersebut, keenam pelaku warga negara Malaysia yang saat ini telah diamankan penyidik Bareskrim Mabes Polri itu, semuanya terancam akan dikenakan pasal berlapis, yakni pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian uang, atau pasal 48 jo pasal 32 UU RI Nomer 11 tahun 2008 tentang UU Informasi Transaksi dan Elektronik (UU ITE), dan atau pasal 3, 4 dan 5 UU RI Nomer 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Menurut Direktur penyidikan dan penindakan Ditjen Imigrasi, Mirza Iskandar, keberhasilan pengungkapan kasus ini bukti koordinasi terjalin polisi dan imigrasi dan kecepatan informasi.
“Berawal dari laporan yang kami terima dengan berkenaan ada beberapa pelaku yang berada di medan. Kami langsung mencegah mereka keluar untuk ditangkap dan menyerahkan ke kepolisian,” ungkapnya.

Pelaku terbilang profesional, kata Mirza, mereka telah mencium tindakannya sudah terdeteksi pihak Kepolisian. “Sudah ada 17 nama sudah diserahkan, 5 masih ada di indonesia sisanya sudah keluar dari indonesia. Kemudian menjadi 21 pelaku. 4 masih ditunggu datanya. Sisanya msh berkoordinasi untuk melacak keberadaan mereka.”

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengapresiasi keberhasilan tim kepolisian dan imgrasi terkait penangkapan sindikat pencurian dana nasabah tersebut. “Salut kami kepada teman di imigrasi dan polri. Himbauan kami, tidak perlu khawatir jika ada kejadian seperti ini. Kerugian nasabah akan kami ganti,” ungkapnya.

Menurut Jahja, perbankan sudah berusaha mengalihkan sistem pembayaran dengan uang tunai kepada kartu. “Jika kartu sudah dikacaukan oleh sindikat semacam ini, tentu sangat merugikan.” (tian)

Foto: Ilustrasi/security-today.com

Please follow and like us:
20