Headline News

Oknum Perwira Polri Beking Perambah Cagar Biosfer Siak

Jakarta – Terbongkarnya keterlibatan oknum perwira Polisi yang terlibat dalam aksi perambahan Cagar Biosfer Giam Siak, Provinisi Riau, menurut Made Ali dari Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), pihaknya tidak kaget dengan informasi tersebut. “Sudah 7 hingga 10 tahun yang lalu kami teriak-teriak lapor ke Polda Riau terkait masalah ini. Jadi bukan hal yang spesial,” ujar Made kepada REQusitoire, Jumat (29/3).

“Kenapa pas menjelang Pemilu baru diungkap kembali kasus ini? Kok jadi seperti pahlawan kesiangan?” imbuhnya.

Menurutnya, hampir semua kasus yang dilaporkan Jikalahari berhenti di tengah jalan. “SP3 seluruh kasusnya.”

Kasus yang terjadi pada 2007-2010 menurut Made melibatkan perusahaan besar di Indonesia.

Made pun meragukan keberanian Polda maupun Mabes Polri untuk membawa kasus ini sampai ke pengadilan. “Berani gak mereka? Jangan-jangan nanti di SP3 lagi,” tuturnya. Made mengatakan, jika kita berkunjung ke Cagar Biosfer Siak, masyarakat di sana sudah tahu lahan mana yang jadi milik aparat Polisi maupun TNI. “Coba ke sana. Masyarakat pasti tahu letak-letak lahan milik aparat,” jelasnya.

Sebelumnya, Komandan Satgas Pasukan Darat Operasi Darurat Asap Riau Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto mengungkapkan, sejumlah oknum perwira polisi terlibat dalam aksi perambahan Cagar Biosfer Giam Siak. Hal tersebut terbongkar dari keterangan Sersan Mayor Sudigdo yang ditangkap oleh satgas.

Sudigdo merupakan prajurit aktif TNI AD yang ditangkap karena menjadi “cukong” (pemodal) dalam aksi perambahan di cagar biosfer dan merupakan pemain lama yang pernah ditangkap pada tahun 2013.

Adanya oknum polisi yang sempat menjabat Kapolres Bengkalis menguasai lahan 600 hektare di kawasan tersebut. Oknum polisi tersebut akhirnya menyerahkan lahan tersebut ke Satgas untuk ditertibkan.

Sedangkan informasi yang beredar ada juga oknum bekas Kapolres Dumai menguasai 100 hektare lahan berupa kebun sawit di kawasan penyangga cagar biosfer.

Menurut Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrahman, keterlibatan oknum perwira Polisi yang membekingi perambahan hutan di Riau sebagai bukti penegakan hukum dalam kasus ini bersifat Alibaba. “Yang ditangkap kan selama ini cuma Ali saja, Babanya tidak pernah ditangkap. Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya kepada REQuisitoire.

Kapolri pun diminta untuk bersikap tegas terhadap kelakuan oknum tersebut. “Sudah, jangan dibela dan dilindungi oknum itu. Jika masih dilindungi, patut diduga pula banyak pejabat Polda maupun Polri yang menerima setoran dari oknum tersebut. Ini sudah kejahatan terhadap negara. Dampaknya besar kepada masyarakat,” tegasnya.

Kompolnas sendiri mengaku akan mengklarifikasi ke Kapolri terkait kejadian ini. “Jangan sampai Polisi main mata dengan pengusaha,” tuturnya.

Sedikitnya ada 450 ton kayu ilegal dari pembalakan liar telah disita dalam operasi penertiban di kawasan konservasi Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu.

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu sendiri terletak di Kabupaten Siak dan Bengkalis yang memiliki luas lebih dari 700.000 hektare.  UNESCO pun mengancam akan mencabut status Cagar Biosfer tersebut.

Ketika ditanya hal ini, Karo Penmas Mabes Polri, Boy Rafli Amar mengatakan akan segera menyelidiki dugaan tersebut. “Kami akan selidiki kepastian dan kebenaran informasi tersebut,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Kabag Humas Mabes Polri, Kombes Pol Agus Rianto mengatakan terkait kebakaran hutan, pihak Polda Riau sudah menangani 60 kasus. “Dari 60 kasus, 30 masih penyidikan, 12 sudah tahap 1, 10 sudah dinyatakan sudah lengkap oleh Kejaksaan, 8 lainnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Sekitar 102 orang jadi tersangka,” ungkapnya di Mabes Polri, Jumat (29/3). Menurutnya ada enam tersangka lain yang sedang buron. “Jadi 91 orang ditahan, 5 orang tidak ditahan dan DPO ada 6 orang.”

“Kita sampaikan bukti keseriusan Polda Riau untuk berupaya semaksimal mungkin meniadakan dan menghentikan kebiasan dalam membuka lahan dengan cara dibakar. Mudah-mudahan langkah ini bisa terus memberikan pemahamanan dan penyadaran,” pungkasnya. (tian)

 

Foto: www.gskbb.blogspot.com

Please follow and like us:
17