Headline News

Jamwas Didesak Copot Oknum Jaksa Pemeras Terdakwa Kasus Narkoba

Jakarta – Lagi, seorang seorang terdakwa dalam kasus narkoba melaporkan salah seorang oknum jaksa berinisial Y ke Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung. Adalah Antonius Richard Roesnadi, yang beranggapan jaksa Y diduga telah memeras dan menipu selama dia mengikuti proses hukum.

Laporan tersebut ditembuskan kepada Presiden RI dan beberapa intansi terutama Kejaksaan Tinggi Jabar tempat jaksa Y bertugas. Dalam surat tersebut Antonius menyebutkan oknum jaksa tersebut telah memeras dan mengancam dengan mempergunakan posisinya sebagai jaksa penuntut umum dalam perkara No. 66/PID.B/2014/PN.Bdg.Tak hanya itu, Antonius mengaku, jaksa Y mengancam jika tak diberi sejumlah uang, maka dirinya akan menuntut dengan pasal-pasal yang ancaman hukumannya tinggi, menahan, menunda, dan mempersulit persidangan.

Semua ancaman itu dilakukan jaksa Y sejak masih dalam pemeriksaan oleh penyidik sampai perkara dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bandung. Bahkan dia meyakinkan bahwa masalah ini aman karena sudah berkoordinasi dengan atasannya. Menurut Antonius, jaksa Y meminta uang dengan cara mentransfer ke teman perempuannya sebesar Rp. 60 juta. Bahkan Antonius mengkalim punya bukti transfer dan percakapan pembicaraan melalui SMS dan BBM.

Dalam surat itu pula, Antonius menerangkan bahwa ia mengaku dijebak oleh penyidik BNN Jabar sehingga seakan-akan terlibat dalam penyelindupan narkoba. Padahal jaksa Y sangat mengetahui skenario jebakan terhadap Antoniuss.

“Klien kami sudah melaporkan masalah ini dua minggu lalu dan kini sedang diproses di Kejagung,” kata Victor Kainama, kuasa hukum dari Antonius, di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (2/6).

Menurut Victor, dalam masalah ini pihaknya tidak melaporkan institusinya tapi oknumnya saja, karena sepak terjang oknum ini sudah meresahkan masyarakat. “Kejati jangan dilambat-lambat, oknum jaksa ini harus ditindak, karena sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu menurut Komisioner Komisi Kejaksaan, Kamilov Sagala mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk segera membereskan masalah ini. “Harus secepatnya dibereskan agar kasus Jaksa di Jambi tak terulang lagi. Ini sudah membuat malu institusi Kejaksaan,” ujar Kamilov.

Tak hanya itu, ia pun menyatakan jika atasannya tak mampu membereskan, dicopot saja atasannya tersebut. “Karena ini merupakan tugas utama dan urgent untuk dilakukan Kajati secepatnya,” tuturnya.

“Jika tidak dilakukan, maka Kajati dianggap lalai dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan. Maka kasusnya bisa diambil langsung oleh Jamwas atau Jaksa Agung. Jangan sampai fungsi pengawasan hanya sebagai pelengkap saja dan tidak menunjukkan sikap tegas.”

Kamilov menegaskan, jika oknum jaksa tersebut terbukti, maka harus dikenakan sanksi dan hukuman. “Harus dicopot, diberhentikan tidak hormat, serta dikenai sanksi hukuman pidana. Karena jelas ada unsur pidananya,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Tony Spontana enggan mengomentari kasus tersebut. “Terkait hal tersebut, saya sarankan wawancara dengan bagian pengawasan saja. Terima kasih,” singkat Spontana yang mengarahkan pertanyaan ke pengawasan.

REQuisitoire pun mencoba menghubungi Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan, Mahfud Manan. “Kami semua kumpul di Sentul. Untuk laporan belum ada kami terima,” singkatnya.(Tian)

Please follow and like us:
20