Headline News

Memandang Secara Positif Hiruk-pikuk "Pembelahan" di Senayan

Phillip VermonteJakarta. Hiruk-pikuk di Senayan mendapat sorotan tajam dari Peneliti Senior Formappi, I Made Leo Wiratma. Dalam Diskusi Kamisan Formappi (9/10) bertajuk “Kuasa Membungkam Suara: Masalah Akut Perwakilan Politik Kita”, ia menegaskan bahwa ada perbedaan mencolok antara DPR kini dan di masa orde reformasi. Letak perbedaan itu ada pada cara berpendapat.

Di masa orde reformasi, terangnya, anggota DPR masih belum gempita dalam berpendapat. Berbeda dengan masa orde reformasi, DPR kini bisa berpendapat secara terbuka dan lantang.

“Namun ada yang tidak berubah. Mereka tetap tidak bisa menyampaikan aspirasi rakyat, tetapi justru jelas-jelas menjadi corong fraksi atau partai. Keterikatan dengan fraksi dan partai inilah yang memasung hak rakyat karena mereka telah menjadi wakil fraksi atau partai, dan bukan rakyat,” kritiknya.

Akibatnya, muncul kecenderungan penyalahgunaan kekuasaan. Hak-hak rakyat dipotong oleh wakil-wakil mereka. Made menyebut situasi semacam ini sebagai penghianatan pada rakyat dan kemunduran bagi demokrasi Indonesia.

Sementara itu, Phillip Vermonte dari CSIS menanggapi secara berbeda kegaduhan yang terjadi di DPR dengan terlebih dahulu mengakui fakta bahwa pada dasarnya masyarakat sipil itu berada di posisi lemah dibandingkan dengan para pelaku politik di DPR. Diskoneksi pemilih dan pelaku politik terjadi di DPR. Bahkan, ada usaha untuk mendiskoneksi pemilih dengan pelaku politik.

Menyikapi munculnya dua kubu ekstrem di parleman, Vermonte justru melihatnya secara positif. “Pembelahan parlemen memang baik dan penting. Nantinya akan kelihatan pada isu-isu penting, mana yang pro rakyat, mana yang tidak. Nanti akan bisa dilihat ke depannya.”

Dengan pembelahan ini, terangnya, masyarakat akan didorong menjadi pemilih yang strategis. Pembelahan akan mengerucut pada hal-hal yang substantif.

“Kedua belah pihak akan memikirkan hal-hal yang substantif dan bukan skor menang-kalah. Rakyat atau pemilih nantinya akan menilai dan mencatat mana-mana yang tidak menjalankan atau melawan program pro rakyat.” (Aan)

Please follow and like us:
21