Headline Outline

Jangan Gentar Karena Berbeda

“Friends who tell you to change your mind when you know that you are right are never your friends for they should believe in your decisions”

Tak jarang seseorang dikatakan berperilaku sombong atau bahkan jahat hanya karena memiliki sudut pandang serta pemikiran yang berbeda dengan lainnya.

Sebenarnya sebutan serta julukan yang bernada negatif tidak perlu mendapatkan perhatian khusus, jika hanya terucap dari sebagian kecil dari komunitas tertentu dan di saat kita memiliki keyakinan akan kebenaran yang sesungguhnya.

Saat persaingan dunia kerja yang semakin ketat maka setiap individu dituntut memberikan performa terbaiknya. Tak jarang pihak yang merasa tidak dapat berkompetisi akan melakukan berbagai hal untuk menjatuhkan pesaingnya dengan berbagai kampanye hitam atau black campaign yang diharapkan dapat menjegal dan menggagalkan persaingan.

HANYALAH KEYAKINAN DIRI

Seorang motivator yang juga memiliki profesi sebagai career coach handal, Rene Suhardono menyebutkan bahwa esensi keyakinan tidak diawali dengan langkah gagah, suara lantang, jabatan tinggi, atau uang berlimpah. Keyakinan diri bermula dari keheningan pikiran dan kejernihan hati dalam memilih berbagai hal yang diyakini. Meyakini sesuatu, tentu juga harus siap dengan segala konsekuensi atas pilihannya. Oleh karena itu, mereka yang memiliki keyakinan diri pasti tidak bergantung kepada penerimaan orang lain. Mereka tidak peduli apa yang orang lain mungkin akan katakan. Orang yang mempunyai keyakinan diri memanfaatkan peluang yang datang kepada mereka.

Keyakinan diri merupakan pondasi dalam melakukan berbagai hal tanpa diiringi ketakutan akan menjadi “berbeda” dengan lainnya. Keyakinan diri adalah kepercayaan penuh bahwa seseorang dapat menjalani dan mengendalikan kehidupannya dengan baik serta terus berusaha menghadapi dan menyelesaikan berbagai rintangan hidup dengan baik pula.

JAGA KUALITAS

Konsep keyakinan diri pertama kali dikemukakan oleh Bandura. Keyakinan diri mengacu pada persepsi tentang kemampuan individu untuk mengorganisasi dan mengimplementasi tindakan untuk menampilkan kecakapan tertentu (Bandura, 1986,). Pervin memberikan pandangan yang memperkuat pernyataan Bandura tersebut. Pervin menyatakan bahwa keyakinan diri adalah kemampuan yang dirasakan untuk membentuk perilaku yang relevan pada tugas atau situasi yang khusus (Smet, 1994).

Berdasarkan persamaan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa keyakinan diri adalah perasaan individu mengenai kemampuan dirinya untuk membentuk perilaku yang relevan dalam situasi-situasi khusus yang mungkin tidak dapat diramalkan.

Bandura mengemukakan bahwa salah satu dimensi untuk mengetahui keyakinan diri pada individu adalah kekuatan atau kualitas diri individu tersebut. Keyakinan menjadi dasar dirinya melakukan usaha yang keras, bahkan ketika menemui hambatan sekalipun.

Kurangnya pemahaman individu akan kualitas dirinya sendiri mengakibatkan goyahnya keyakinan diri.

Berada di lingkungan yang mendukung individu untuk selalu menjaga kualitas diri, akan berpengaruh pada energi positif yang dapat membuatnya tak ragu untuk melakukan langkah maju.

Sukarno adalah salah satu pemimpin bangsa ini yang berani melakukan berbagai hal tak lazim, ia berani “berbeda” karena yakin akan kemampuan dirinya. Pada pertengahan tahun 50-an, Soekarno dianggap penyambung suara Dunia Ketiga. Ia dielu-elukan sebagai pemimpin handal baik di Barat maupun Timur. Namun, perjuangan Sukarno melawan imperialisme, politik konfrontasi dan minatnya terhadap komunisme Tiongkok membuatnya terasing.

Cap warga kelas dua membuat Sukarno dan kaum terpelajar bangkit melawan kolonialisme. Sukarno langsung menjadi batu sandungan dan memulai konflik dengan otoritas Hindia Belanda. Sukarno tampil di ajang politik internasional dan definitif mencampakkan stempel warga kelas dua. Ia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Dibarengi perjuangan pelik, Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia. Sukarno dikenal sebagai Maskot Dunia Ketiga. Sewaktu Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, ia mendapat kesempatan untuk tampil di forum internasional sebagai sosok anti neo-kolonialisme. Sukarno atau Bung Karno sadar akan kekhawatiran Amerika terhadap KAA.

Pada 1956, Bung Karno memutuskan untuk mengadakan perjalanan diplomatik keliling dunia. Kunjungan pertamanya dimulai Mei di Amerika Serikat. Dalam pidatonya di Kongres – diselingi tidak kurang 28 kali tepuk tangan – Sukarno mengambil hati publik dengan pengetahuannya tentang perjuangan kemerdekaan Amerika. Di Gedung Putih, ia berkenalan dengan The Eisenhowers.

Usai tickertape-parade di New York, Sukarno beserta delegasi bertolak 7 Juni ke Kanada. Sukarno melakukan wawancara dengan sebuah radio setempat dalam bahasa Perancis. Eropa adalah agenda selanjutnya. Italia berada di urutan pertama. Pada resepsi di Taman Istana Kepresidenan Quirina, Sukarno menunjukkan kebolehannya sebagai penghibur. Sukarno mengajari tamu-tamu lainnya tarian Indonesia. Ia sengaja berimprovisasi dan “memaksa” tokoh-tokoh prominen Roma bertekuk lutut.

Sehari sesudahnya, Sukarno mengadakan audiensi formal ke Paus Pius XII di Vatikan. Kunjungan Sukarno dilanjutkan ke Republik Federal Jerman. Ia disambut Presiden Heuss dan Kanselir Konrad Adenauer pada 18 Juni 1956 di Bonn. Sukarno memperlihatkan intelektualitas dan kepiawaiannya berbahasa asing. Di Universitas Heidelberg pada 22 Juni 1956 ia memberikan pidato dalam bahasa Jerman. Orasinya sarat dengan tema-tema filosofis Hegel, filsuf dan tokoh gerakan Jerman yang sangat terkenal. Kepandaian, kepiawaian serta keberaniannya untuk menjadi “berbeda” membuat Sukarno sulit diikuti oleh pemimpin Indonesia sesudahnya. ***

 

Foto : andiroot-99.blogspot.com