Budaya Headline

Eros dan Thanos dalam Gambar

PameranJakarta – Naluri manusia dibagi menjadi naluri hidup (eros) dan naluri destruktif (thanatos). Naluri hidup merupakan dorongan atas perilaku yang menjamin pelestarian hidup, proses survival dan reproduksi.

Sementara itu, naluri yang bersifat destruktif adalah dorongan untuk merusak diri sendiri sehingga perilaku agresif dilihat sebagai bentuk penyaluran agar individu tidak membunuh dirinya sendiri.

Insting hidup seperti di atas secara umum melawan insting mati dengan cara mengarahkan energinya keluar, ditujukan ke individu lain dan disalurkan ke aktivitas yang dapat diterima lingkungan sosial. Konsep inilah yang dipakai dalam pameran di Fang Gallery beralamat di Ciputra World 1 Level 11, Jakarta (by lift Satrio from Mall Lotte), Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5, Karet Kuningan, Jakarta.

Pameran berjudul Instinct menghadirkan seniman Afdhal, Agung Santosa dan Dadlan Alfreno. Pameran berlangsung dari tanggal 21 November hingga 31 Desember 2014.

Gagasan pameran seni rupa “Instinct” menandai sebuah situasi yang mendalam terkait hubungan antara seni dan insting manusia. Daya tariknya terletak pada konstruksi pemikiran dimana insting atau naluri manusia diletakkan sebagai daya dorong atau motivasi-positif untuk memahami “kebijakan diri”, terkait fakta individu sebagai makhluk sosial.

“(Mereka) kembali mencoba mengangkat sesuatu yang mempunyai ‘energi’ yang mengasah pemikiran, kecerdasan emosi dan intuisi,” tegas Bayu W, kurator pameran dalam pengantar pembukaan pameran ini.

Ia menambahkan setidaknya ada gambaran kecil bagaimana Afdhal, Agung Santosa dan Dadlan Alfreno memiliki kesamaan visi, dan konsisten untuk terus – menerus memaknai diri yang secara instingtif telah memilih seniman sebagai profesi mereka. Kemudian bagaimana kejelian mereka ketika mengeksplorasi fenomena insting melalui karya seni. (Gung)

Please follow and like us:
20