Headline News

ICC Ingin Adili Charles Ble Goude, Pantai Gading Masih Saja Ngeles

Charles Ble GoudeDen Haag – Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menegaskan akan mengadili sekutu dekat mantan presiden Pantai Gading Laurent Gbagbo, Charles Ble Goude atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait dengan krisis paska-pemilu 2010-11.

“Dikonfirmasi ada empat tuduhan kejahatan kemanusiaan Charles Ble Goude,” kata seorang hakim ICC dalam sebuah pernyataan.

Goude (42) menghadapi empat tuduhan termasuk pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya untuk perannya dalam tragedi berdarah setelah mengikuti kontes pemilihan presiden di negara Afrika barat yang menurut PBB menyebabkan 3.000 orang tewas.

Sebagai pemimpin dari “Patriot Muda”, sebuah kelompok fanatik pendukung Gbagbo, Goude memikul tanggung jawab untuk beberapa kejahatan terburuk selama kekacauan paska pemilu.

Selama konflik, Goude berpidato berapi-api mendesak mobilisasi massa terhadap apa yang ia sebut “pemberontakan”.

Jaksa mengatakan Goude memerintahkan pembunuham pemerkosaan dan pembakaran ratusan orang selama kekerasan pasca-pemilu.

Para hakim di ICC mengatakan ada bukti yang cukup dan substansial untuk menetapkan Charles Ble Goude secara individual bertanggung jawab atas tindak pidana dan atas kejahatan kemanusiaan.

Selama sidang pra-peradilan Oktober lalu, Goude membantah merencanakan penyerangan pada pendukung Ouattara.

Pengacaranya Nick Kaufman mengatakan Goude “terkejut” oleh keputusan untuk menempatkan dia di pengadilan dan menegaskan bahwa penyelidikan bermotif politik.

Pendukung Gbagbo telah lama menuduh pemerintah Ouattara menindas karena banyak dari pendukung mantan presiden itu dilemparkan di balik jeruji besi, termasuk istri Gbagbo Simone yang hingga kini masih di penjara di Pantai Gading.

ICC menolak permintaan Pantai Gading yang ingin mengadilinya di dalam negeri dengan mengatakan bahwa ia harus diserahkan untuk diadili di Den Haag.

Pemerintah Pantai Gading mengatakan akan merespon pada waktunya. “Pemerintah meminta waktu untuk menganalisis situasi dan kembali dengan posisi yang jelas,” kata juru bicara pemerintah Bruno Kone saat konferensi pers.

Kelompok-kelompok HAM di masa lalu memperingatkan bahwa penuntutan hanya terfokus pada kejahatan yang dilakukan oleh kubu Gbagbo. Namun, Kepala Kejaksaan Bensouda telah berjanji bahwa “keadilan akan ditegakkan di semua sisi.”

Ble Goude ditangkap di Ghana pada Januari 2013 dan diekstradisi ke Pantai Gading, tapi pemerintah telah ragu-ragu untuk mengirimnya ke pengadilan kejahatan perang. (Aan)