Headline News

Lelang Aset Gayus,Negara Terima PNBP 7,5 Miliar

Jakarta – Kejaksaan Agung akhirnya melelang barang-barang sitaan milik Gayus Halomoan Tambunan pada Selasa (23/12) kemarin Pendopo Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Kanwil IV Jakarta di Jalan Prapatan No. 10, Senen, Jakarta Pusat. Kepala Bagian Tata Usaha, Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan, Murtiningsih menginformasikan, lelang ini hanya diikuti oleh delapan orang peserta lelang.

“Delapan peserta lelang cukup antusias. Terlihat para peserta yang mendatangi kantor PKLN sejak pagi. Hal ini dikarenakan pendaftaran ditutup sekitar pukul 10.20 WIB,” kata Murti di Jakarta.

Menurut Murti, lelang ini dilakukan sebagai tindaklanjut putusan perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 34/Pid.B/TPK/2011/PN.Jkt.Pst tanggal 1 Maret 2012 Jo Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 22/Pid/TPK/2012/PT.DKI tanggal 21 Juni 2012 Jo Putusan Mahkamah Agung R.I No. 52 K/Pid.Sus/2013 tanggal 26 Maret 2013 atas nama Terpidana Gayus Halomoan Partahanan Tambunan.

Lebih lanjut Murti mengatakan, lelang ini dilakukan dilakukan dengan sistem terbuka.”Barang barang yang dilelang kali ini, antara lain 31 keping logam mulia, 1 unit kendaraan roda empat merek Honda, 1 unit kendaraan roda empat merk Ford, sebidang tanah seluas ± 260 m² berikut bangunan yang terletak di Kelapa Gading-Jakarta Utara serta 1 unit apartemen di daerah Cempaka Mas,” bebernya.

“Dana yang masuk dari hasil pelelangan tersebut akan langsung disetorkan pada Kas Negara oleh pihak KPKNL dan kemudian akan dilaporkan pada PPA,” ujarnya kepada REQuisitoire.

Murti pun mengatakan hasil lelang yang masuk ke PNBP kali ini sekitar Rp. 7,5 miliar. “Ada apartment dan mobil yang belum terjual dari lelang kali ini. Karena sepi peminatnya. Jadi yang laku hanya 1 paket logam mulia dan rumah di Kelapa Gading ,” tandasnya.

Seperti diketahui, PPA diminta oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat selaku eksekutor untuk melakukan pendampingan dalam proses penyelesaian barang rampasan perkara terpidana Gayus Tambunan (sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Jaksa Agung No. PER-013/A/JA/06/2014 tentang Pemulihan Aset dan Peraturan Jaksa Agung No. PER-027/A/JA/10/2014 tentang Pedoman Pemulihan Aset yang senantiasa mengedepankan prinsip Good Governance).

Eksekusi dan verifikasi harta Gayus yang divonis 31 tahun penjara itu dilakukan di kantor pusat Bank Indonesia pada tanggal 17 November 2014 oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, didampingi tim dari Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan. Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Datas Ginting dan Kepala PPA Kejaksaan, Chuck Suryosumpeno, langsung memimpin proses eksekusi dan verifikasi saat itu.

Sejak 2010 lalu, Kejaksaan Agung telah menyita aset Gayus berupa uang US$ 659.800, uang tunai Sin$ 9.980.034, dan 31 keping logam mulia, termasuk rumah mewah di Gading Park View Blok ZE-6 No. 1, Kelapa Gading yang dalam lelang ini dibuka dengan harga Rp. 6,3 miliar. Aset yang berkaitan dengan perkara suap dan pencucian uang tersebut dititipkan kepolisian di Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia. (Chris)

Please follow and like us:
20