Headline News

Ini Capaian Kinerja Satgasus P3TPK Kejaksaan

Gedung Kejaksaan AgungJakarta– Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgasus P3TPK) milik Kejaksaan Agung  mengklaim sudah menyelidiki 102 kasus korupsi yang tertunggak dan menyita Rp 54 miliar untuk negara. Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo, Satgassus tidak hanya menangani kasus yang terjadi pada 2015 saja, namun juga mengulik kasus yang terjadi di tahun sebelumnya yang cenderung mangkrak. “Dari 102 penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi di tahun 2014, 88 di antaranya berhasil ditingkatkan ke tahap penyidikan,” papar Prasetyo di Jakarta, Kamis (9/4/2015).

“Untuk tunggakan 2014, 88 perkara ditingkatkan ke penyidikan dengan rincian pra penuntutan 56 perkara, penuntutan 26 perkara dan 2 proses persidangan serta yang telah diputus atau memiliki ketetapan hukum ada 4 perkara,” ujarnya.

Dikatakannya, 4 Perkara yang telah diputus itu, yakni perkara M Bahalwan yang telah vonis 15 tahun, Al Jona Al Kautsar vonis 5 tahun, Drajad Adhyaksa vonis 10 tahun dan Setyo Tuhu vonis 9 tahun. Perlu diketahui, empat perkara ini sejatinya adalah perkara yang sudah ditangani penyidik Pidsus diluar Satgasus P3TPK.

Sedangkan dari jumlah perkara 2014 yang ditangani itu, Satgasus berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara berupa uang tunai Rp 54,4 miliar dan USD 8,1 juta. “Selain itu sejumlah aset bergerak maupun tidak bergerak juga turut diamankan, diantaranya sebuah kapal Catamaran, berbagai kendaraan roda empat hingga property berupa tanah,” jelas Prasetyo.

Untuk perkara 2015, lanjut Prasetyo, tim Satgassus P3TPK, dari 32 surat perintah penyelidikan, 24 di antaranya telah ditingkatkan statusnya menjadi surat perintah penyidikan yang perkembangannya dalam proses pemeriksaan saksi-saksi maupun ahli.

Sementara itu, dalam rangka percepatan tunggakan perkara lama maupun baru, Stagassus P3TPK telah melakukan penahanan tersangka tindak pidana korupsi dari periode Januari-Maret 2015, sebanyak 35 orang. Dimana sebanyak 30 di antaranya ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung dan dua tersangka di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sisanya tiga tersangka dijebloskan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Satgassus diketahui terdiri dari 100 orang jaksa yang menjadi anggota Satgassus P3TPK. 75 orang sebagai penyidik, 21 orang sebagai penuntut umum dan 4 orang sebagai eksekutor.

Adapun uang yang disita tim ini yakni  Rp 270.000.000 dari perkara atas nama Joko Priono, serta Rp 650.000.000 dan Rp 50.000.000 dari perkara pengadaan buku pendidikan agama Budha dan penunjang lain untuk tingkat PAUD, dasar, menengah (Dasmen) tahun anggaran 2012 pada Kementerian Agama.

Satgassus ini dibentuk berdasarkan SK Jaksa Agung RI No Kep-01/A/JA/01/2015 tanggal 8 Januari tentang pembentukan satgassus P3TPK. Satgassus terbagi atas tiga penugasan, yaitu penyidikan, penuntutan, dan eksekusi.  Sebanyak 75 penyidik terbagi jadi 15 tim. Tiap tim lima orang. Sebanyak 21 orang penuntut umum terbagi menjadi tujuh tim, tiap tim tiga orang.  Empat orang sebagai eksekutor pada direktorat eksekusi dan eksaminasi tergabung dalam satu tim. (Chris)