Budaya Headline

Pameran Seni Rupa Nusantara 2015Art-Chipelago, Seni dan Potensi lokal

Evy Yonathan dalam ArtchipelagoJakarta – Melihat kenusantaraan melalui perspektif Art, itu bagaikan sebuah kepulauan seni yang melampaui batas dan gugus teritorial. Melalui Art teritori yang diimajinasikan ulang melalui fakta geografis yang tercerai-berai berdasarkan garis-garis teritorial itu, pada awalnya terhubung dalam sebuah daratan.

Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur 14, Jakarta, siap menggelar Pameran Seni Rupa Nusantara 2015 pada 25 Mei-7 Juni 2015 di Gedung A, B, dan C. Event akbar dua tahunan (biennale) ini dihelat untuk memberikan kesempatan dan peluang bagi para perupa Nusantara menunjukkan potensi, kreativitas dan eksistensinya.

Tema Art–Chipelago sengaja dirumuskan tim kurator yaitu Suwarno Wisetrotomo, Asikin Hasan dan A. Sujdud Dartanto, untuk memperluas cakupan pemikiran dan praktik seni rupa seperti ditunjukkan oleh judul pameran ini yakni Pameran Nusantara. Itulah yang membedakan pameran kali ini dari pameran sebelumnya.

“Perhelatan ini tidak hanya mencakup wilayah Indonesia, tetapi mengundang sejumlah perupa dari negara tetangga,” tutur Asikin Hasan, kurator pameran.

Karena itulah, ajang akbar ini menampilkan 106 karya hasil olah cipta 106 perupa yang berasal dari Indonesia, Malaysia dan Filipina. Dari 106 perupa, 97 diantaranya merupakan peserta lolos seleksi dari 23 provinsi di Indonesia, yang disaring dari 527 aplikasi karya hasil olah cipta 385 perupa dari 25 provinsi di Indonesia, yang terdaftar dalam tahap Open Application.

Sedangkan 9 perupa lainnya merupakan peserta yang diundang secara khusus oleh Galeri Nasional Indonesia. Para perupa tersebut menampilkan karya lukis, drawing, Instalasi, object, seni grafis, keramik, komik, video art, multimedia, dan karya seni rupa lainnya.

“Secara kontinyu (ini) mampu merangsang iklim dialog positif serta produktivitas para perupa sehingga dapat mengangkat potensi kedaerahan serta mengembangkan seni rupa Nusantara,” ungkap Desi Novita Sari, Humas Galeri Nasional Indonesia di Jakarta.

Selain menampilkan pameran, Art-Chipelago juga menyuguhkan serangkaian acara berupa Press Tour (Press Conference) yang memberikan kesempatan jelajah ruang pamer pada insan media massa untuk mengetahui informasi secara lebih detail sekaligus berdialog langsung dengan pihak penyelenggara, para kurator, dan perupa peserta pameran ini. Ada juga, diskusi seni rupa bertajuk “Dari Identitas ke Pasca-Identitas” yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2015 di Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia.

Diskusi santai ini menghadirkan para pembicara yang kompeten di bidangnya yaitu Nano Warsono (Perupa dan Akademisi Seni Rupa) dan Azzad Diah Ahmad Zabidi (Perupa dan Penulis Seni). Sedangkan sebagai moderator yaitu A. Sudjud Dartanto (Kurator Galeri Nasional Indonesia). (Gung)

Please follow and like us:
17