Budaya Headline

Festival KelolaMenumbuhkan Penonton Seni

OLYMPUS DIGITAL CAMERAJakarta – Untuk pertama kalinya setelah 15 tahun berdiri, Kelola akan menyelenggarakan Festival Kelola 2015 di universitas-universitas di Jakarta dan Malang. Festival ini akan mementaskan kembali karya-karya peraih hibah Kelola dan karya seni pertunjukan kontemporer terpilih serta memutar film-film dokumenter dari Program Komunitas Kreatif.

Di Festival Kelola 2015, Kelola akan mempersembahkan seniman-seniman seni pertunjukan berbakat yang selama ini menjalin kerjasama dengan Kelola ke universitas-universitas di Jakarta dan Malang yang tidak terkonsentrasi pada bidang seni. Lantas kenapa festival diadakan di kampus-kampus?

“Kemacetan Jakarta membuat jarak dan menjadi tantangan besar dalam menonton pertunjukan di gedung-gedung pertunjukan yang cukup jauh dari tempat kerja dan tinggal warga Jakarta. Ini mengapa Kelola mengadakan Festival Kelola di universitas, agar pertunjukan dekat dengan penontonnya,” ujar Amna S. Kusumo, Direktur Yayasan Kelola.

Penampil di festival ini adalah Gilang Ramadhan & Komodo (Jakarta), Nan Jombang Group (Padang), Danang Pamungkas (Solo) dan Yola Yulfianti (Jakarta). Pemutaran film dan diskusi karya-karya film anak-anak Komunitas Kreatif Flores 2014-2015 serta lokakarya film dokumentar di Universitas Brawijaya Malang akan difasilitasi oleh Dwi Nugroho, salah satu fasilitator Komunitas Kreatif Kelola.

Kelola akan membuka rangkaian acara festival ini bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 di Universitas Indonesia, menyajikan pertunjukan musik “KOMODO PROJECT” oleh Komodo Band yang terdiri dari Ivan Nestorman, Gilang Ramadhan dan Adi Darmawan. Setelah upacara Kemerdekaan RI, Komodo Band akan membawakan tujuh lagu bernuansa musik Flores ke hadapan 8500 mahasiswa baru dan jajaran rektor Universitas Indonesia.

Acara akan dimulai Senin, 17 Agustus 2015 mulai pukul 10.00 bertempat di Balairung Universitas Indonesia, Depok.

Gilang Ramadhan menyampaikan selamat atas terselenggaranya Festival Kelola 2015 dengan dukungan Hivos, “Saya senang sekali dengan ide menyelenggarakan festival seni di lingkungan kampus, dan memperkenalkan musik kontemporer berbasis tradisi seni budaya NTT yang belum terlalu popular di telinga masyarakat.”

Harapannya, lebih banyak lagi kesempatan kerjasama yang baik antara kampus dengan para praktisi seni untuk memelihara dan menumbuh kembangkan keragaman budaya Indonesia.

“Semoga Kelola terus berperan aktif mengedukasi masyarakat dan mengangkat karya seni para seniman Indonesia,” tutup Gilang.(Gung)