Wawancara

Dr. H. Priyatna Abdurrasyid , S.H., Ph.D., FCBArb. : Arbitrase, Penyelesaian Sengketa Secara Efisien

Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang didirikan tahun 1977, telah berkembang cukup pesat. Kepesatannya diikuti oleh  kepercayaan dan keinginan masyarakat atau pelaku bisnis untuk menyelesaikan berbagai perselisihan  dan sengketa bisnis dengan cara itikad baik dan menghindari pengadilan.

Sejak diundangkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Umum (UU Arbitrase) minat para pelaku bisnis untuk menyelesaikan berbagai sengketa mulai meningkat. Para pelaku bisnis lebih memilih menyelesaikan sengketa melalui BANI karena dianggap lebih efisien dan efektif, karena perselisihan yang diproses oleh BANI dapat diselesaikan dalam waktu cepat, tuntas dan win-win solution.

Saat ini BANI diketuai Dr. H. Priyatna Abdurrasyid , S.H., Ph.D., FCBArb, yang juga merupakan salah  satu pendiri BANI. Awalnya BANI diprakarsai oleh tiga pakar hukum terkemuka, yaitu almarhum Prof Soebekti S.H. dan Haryono Tjitrosoebono S.H. dan Prof Dr. Priyatna Abdurrasyid. Berikut petikan wawancara REQuisitoire dengan Dr. H. Priyatna Abdurrasyid , S.H., Ph.D., FCBArb,, mengenai perkambangan BANI.

Ceritakan bagaimana awal berdirinya BANI?

Kita mendirikan Bani pada Desember 1977. Inisiatifnya dari Prof Soebekti S.H. dan Haryono Tjitrosoebono S.H dan saya. Untuk menjaga independensi kami pada waktu itu tidak menerima bantuan dari siapa pun. Yang mau bantu pada saat itu banyak, tapi kami tolak semua.
Ide awalnya mendirikan BANI?

Melihat banyaknya pengalaman kasus-kasus gagal di pengadilan. Banyak kasus-kasus di mana orang merasakan ketidakadilan ketika menyelesaikan sengketa di pengadilan. Kami melihat perlu ada lembaga yang jujur dan dalam menyelesaikan sengketa diselesaikan oleh orang-orang yang ahli di bidangnya.

Apakah dari tahun ke tahun selalu meningkat jumlah perselisihan yang diselesaikan di BANI?

Iya terjadi peningkatan. Salah satu alasannya adalah menjaga nama baik perusahan. Nama baik perusahaan adalah aset yang paling berharga, karenanya BANI menjadi salah satu alternatif menyelesaikan perselisihan, karena kerahasiaan para pihak yang bersengketa akan dijaga, sehingga dampak negatif yang timbul dari terlibatnya para pihak dalam suatu perselisihan tidak menjatuhkan kredibilitas para pihak.


Bagimana cara penyelesaian sengketa di BANI?

Perusahaan atau orang yang berkasus bisa memilih sendiri arbitrernya, berdasarkan keyakinannya mempunyai pengetahuan, pengalaman serta latar belakang yang memadai mengenai masalah yang disengketakan. Lalu kedua arbitrer akan memilih ketua Arbitrase. Abitrer memiliki kedudukan sebagai seorang hakim yang berwewenang untuk memutus berdasarkan fakta yang diberikan kepadanya. Pada saat proses arbitrase berlangsung pihak ketiga atau pihak lain tidak diperbolehkan hadir dalam proses, karena sifat arbitrase menjaga kerahasiaan para  pihak yang bersengketa.

Bagaimana bila sengketa terjadi antara perusahaan Indonesia dan luar negeri?

BANI menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga arbitrase di luar negeri. Nantinya tergantung pihak yang bersengketa, para pihak dapat menentukan pilihan hukum untuk menyelesaikan sengketa, proses, dan tempat penyelenggaraan arbitrase. Kita telah bekerjasama dengan The Japan CommercialArbitration Association, The Netherlands Arbitration Institute, The Korean Commercial Arbiration Board, Australian Centre for International Commercial Arbitration, The Philippines Dispute Resolution Centre, Hong Kong Internasional Arbitration Centre, The Foundation for International Commercial Arbitration, Alternative Dispute Resolution, Singapore Institute of Arbitration.

Apa saja keuntungan menyelesaikan kasus melalui BANI?

BANI sangat menjaga independensi dalam menangani sengketa. Kita  memiliki prinsip cepat, adil, biaya yang lebih murah,bersifat win-win solution dan tidak mau membebani. Yang memegang kasusnya adalah orang yang ahli, selain itu waktunya singkat, karena kita punya batas waktu 6 bulan. Sementara kalau dipengadilan negeri bisa bertahun. menyelesaikan sengketa di BANI bukan untuk mencari menang atau kalah, tapi untuk lebih meningkatkan kerja sama.***(Desi)