Budaya Headline

Revitalisasi Gedung OLVEH

OLVEHJakarta – Gedung bergaya Art-Deco itu merupakan bekas kantor perusahaan asuransi zaman Hindia Belanda, Onderlinge Verzekeringsmaatschappij Eigen Hulp (OLVEH) yang dibangun pada 1921 dan diresmikan pada 1922. Desain arsitektur gedung OLVEH dibuat oleh Schoemaker bersaudara, yakni Richard Leonard Arnold Schoemaker dan Charles Prosper Wolff Schoemaker, dalam firma C.P. Schoemaker en Associatie-Architecten & Ingenieurs. Status kepemilikan OLVEH masih dalam naungan aset PT Asuransi Jiwasraya.

C.P. Wolff Schoemaker, lahir di Banyubiru pada 1882, Jawa Tengah. Wolff Schoemaker merupakan penyintas tawanan Jepang, dan wafat di Bandung pada 1949. Sedangkan Richard L.A. Schoemaker adalah adik kandung C.P. Wolff Schoemaker yang lahir di Roermond, Belanda pada 1886, wafat di tangan Nazi Jerman di Sachsenhausen, Jerman pada 1942.

Schoemaker bersaudara juga merupakan guru besar bidang arsitektur di Technische Hoogeschool te Bandoeng—tempat Soekarno saat menjadi cantrik untuk meramu ilmu.

“Saya menyambut baik upaya merenovasi gedung Olveh di kawasan Kota Tua ini. Karena sebagai bangsa yang baik, kita yang selama ini kurang aware seharusnya ikut merawat sejarah dengan merawat bangunan masa lalu,” ungkap Susi Pudjiastuti, di Jakarta, Kamis (17/3).

Dia mengatakan amblesnya Jakarta dan tenggelamnya metropolitan itu sudah disadarinya sejak 15 tahun silam, ketika menjadi aktivis pelestarian lingkungan. Pembangunan kota-kota di Indonesia, demikian menurut Susi, kerap mengutamakan tata kelola air berdasar prinsip teknik hidraulika, bukan pendekatan ekologi. Akibatnya, peristiwa banjir disikapi dengan solusi pembangunan sodetan atau tanggul. “Tidak ada water sense secara menyeluruh.” (Gung)

Please follow and like us:
20