Headline News

LPSK Dorong Penguatan Jaringan Institusi Perlindungan Saksi dan Korban di ASEAN

Semarang – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendorong pemantapan jaringan institusi perlindungan saksi dan korban se-Asia Tenggara dalam The Second Annual Meeting ASEAN Network for Witness and Victim Protection Institution di JCLEC Akpol Semarang pada 25-26 Juli 2016.

Hal ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan perlindungan terhadap saksi dan korban kejahatan lintas negara di kawasan ASEAN.

“Upaya ini sangat penting mengingat saat ini banyak kejahatan yang skalanya multinasional, maka jaringan perlindungan saksi dan korban antar negara ASEAN sangat diperlukan”, ujar Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai.

Ia mencontohkan tindak pidana perdagangan orang, yakni anak buah kapal (ABK), asal Myanmar di Benjina, Maluku tahun lalu. Pada kasus ini, LPSK perlu mendatangkan saksi korban dari Myanmar untuk keperluan pengungkapan tindak pidana tersebut di pengadilan Tual, Maluku. Menurut Haris, proses mendatangkan saksi korban akan lebih mudah jika sudah terbentuk jaringan perlindungan saksi dan korban yang mantap antar negara.

“Benjina baru salah satu contoh, masih banyak tindak pidana lintas negara lain yang saksi dan korbannya perlu dilindungi. Oleh karenanya LPSK memandang penting untuk memantapkan jaringan tersebut melalui pertemuan ini,” katanya.

Pertemuan kedua Jaringan ASEAN untuk Perlindungan Saksi Mata dan Korban  ini merupakan

tindak lanjut nyata dari Rencana Aksi ASEAN melawan tindak pidana lintas negara dan terorganisir yang disusun di Yangon, Myanmar tahun 1998. ** (Praz)

 

Foto: LPSK