Headline Outline

Bolehkah Pemimpin Marah?

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Kala salah seorang petinggi di Negeri ini terekam media dalam keadaan marah dan mencaci maki, serta merta memunculkan berbagai komentar dan opini publik. Bahkan banyak diantaranya malah bertanya,”Boleh gak sih pemimpin marah?”

Kemarahan adalah suatu emosi yang secara fisik mengakibatkan, antara lain peningkatan denyut jantung, tekanan darah tinggi, serta tingkat adrenalin. Rasa marah menjadi suatu perasaan yang dominan secara perilaku, kognitif maupun fisiologi sewaktu seseorang membuat pilihan sadar untuk mengambil tindakan menghentikan secara langsung ancaman dari pihak luar. Menurut ahli psikologi orang yang marah sangat mungkin melakukan kesalahan karena kemarahan menyebabkan seseorang akan kehilangan kemampuan pengendalian diri dan penilaian objektif. Kemarahan dapat memobilisasi kemampuan psikologis untuk tindakan korektif, namun kemarahan yang tidak terkendali berdampak negatif terhadap kualitas hidup pribadi dan sosial.

Sifat mudah marah atau emosional merupakan sesuatu yang manusiawi bagi seseorang. Namun jika sifat mudah marah telah mempengaruhi kehidupan, maka “anger management” sudah sangat diperlukan.

Anger management merujuk pada proses pendidikan tentang berbagai permasalahan kemarahan, misalnya, membedakan antara emosi marah dan ciri-ciri perilaku seseorang ketika marah.

Manajemen kemarahan berusaha untuk mengingatkan pasien untuk tanggung jawab terhadap pribadi mereka sambil memberikan strategi untuk membantu dalam menghindari memiliki emosi marah. Misalnya peduli terhadap rutinitas hidup sehat (tidur cukup, olahraga, dan menghindari obat-obatan dan alkohol) bersama-sama dengan pengurangan stress, terbukti membantu mengurangi jumlah dan skala episode kemarahan.

Kemarahan adalah bentuk dari nafsu

Nafsu bersifat dinamis dan menolak untuk bersikap tenang. Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya, dan kemudian mendapatkan sanksi sosial karena dia tidak berpikir jernih saat kemarahan melanda. Kualitas reaksi seseorang terhadap beberapa hal yang menjadi penyebab kemarahan, menentukan dimana “kelas” orang tersebut.

Bila anda seorang pemimpin, dan anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain, maka tidak ada badai, gempa, bahkan air bah yang bisa membuat anda marah tanpa terkendali sehingga mengurangi nilai bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.

Ingatlah, bahwa orang-orang yang berupaya mengecilkan anda adalah mereka yang sesungguhnya sangat kecil. Orang-orang besar akan sangat berhati-hati dengan perasaan hormat anda kepada diri anda sendiri. ***

Please follow and like us:
25