Budaya Headline News

Ini Strategi Atout France Bujuk Wisatawan Indonesia ke Prancis

reJAKARTA, REQuisitoire.com – Badan Pariwisata Prancis (Atout France) terus menggaet wisatawan Asia dengan menghelat roadshow Douce France 2016 di Indonesia sebagai pemberhentian pertamanya.

Atout France yang sebelumnya Maison de la France adalah satu-satunya organisasi negara yang bertanggung jawab untuk mempromosikan Perancis sebagai tujuan wisata.

Maison de la France didirikan pada 1987 dan beroperasi di bawah pengawasan menteri yang mengurusi perdagangan. Namun sejak 2009 berubah menjadi Atout France  dan aktivitasnya di bawah pengawasan Kementerian Pariwisata.  Atout France memiliki tugas utama mempromosikan Prancis sebagai tujuan wisata, terutama di negara-negara lain. Atout France beroperasi di 5 benua dengan 33 kantor di 31 negara dan mempekerjakan 250 orang.

Setelah dihelat di Jakarta pada hari ini, Douce France 2016 akan menyambangi Singapura, Bangkok dan Kuala Lumpur pada November ini.

Tidak tanggung-tanggung, Atout France menggandeng 12 mitra untuk bertemu dengan perwakilan media di 4 kota di Asia Tenggara tersebut. Ke-12 mitra tersebut yaitu: Pont du Gard, ODT de Luberon, Disneyland Paris, MacArthur Glenn, MGTC, Club Med, Incom Prancis, CRT PACA, nCroisiEurope, La Vallee Village, Air France KLM dan RailEurope.

Sayangnya, saat bertandang ke Indonesia, tidak semua mitra tersebut hadir untuk mempresentasikan destinasi dan tawaran jasa terkait wisata di Prancis. Yang hadir dalam acara Douce France hari ini adalah Disneyland, Air France, Rail Europe, La Vallwe Village, inCommFrance, Club Med, CroisiEurope serta CRT PACA.

Direktur Regional ASEAN Atout France Morad Tayebi mengakui wisatawan ASEAN tetap jadi target Prancis, dimana terdapat sekitar 600.000 wisatawan dari ASEAN pada 2016 ini.

Meskipun ada penurunan jumlah wisatawan dari Singapura (-15%) dan Malaysia (-10%), namun ada penambahan signifikan dari Thailand (+3%). Teristimewa, terjadi booming dari Indonesia dengan peningkatan jumlah visa sebanyak 50% yang dikeluarkan sejak Januari 2016. Dengan fakta ini, Indonesia adalah pasar Asia Tenggara pertama untuk Prancis pada 2017. Diharapkan, sebanyak 150 000 wisatawan asal Indonesia akan mengunjungi Prancis pada tahun depan.

Menyikapi antusiasme warga Indonesia ke Prancis,Tayebi menjanjikan kemudahan pengurusan visa bagi wisatawan.

“Pengurusan visa bagi wisatawan saat ini sudah mudah dengan kebijakan waktu pembuatan adalah 48 jam, namun kami harap di tahun mendatang atau berikutnya bisa jadi 24 jam,” janjinya.

Selain mengambil strategi ini, Atout France juga menjanjikan jaminan keamanan bagi wisatawan setelah sejumlah serangan teror di Prancis dalam beberapa tahun terakhir ini yang juga menyasar pada para wisatawan.

International Sales Manager Disneyland Paris, Stefano Tamborino pun ikut meyakinkan bahwa Prancis sekarang ini benar-benar aman. Selain banyak kamera yang dipasang di jalan-jalan dan sudut kota, aparat keamanan juga rutin melakukan patroli untuk memberikan rasa aman. (JS).

Foto: Direktur Regional ASEAN Atout France Morad Tayebi dan International Sales Manager Disneyland Paris, Stefano Tamborino (REQuisitoire/Johanes Sutanto)

Please follow and like us:
17