Budaya Headline

Catatan Seni: Imajinasi Mengubah Teks Menjadi Gambar

Oleh: Frigidanto Agung *

 

Frigidanto AgungJAKARTA, REQusitoire.com – Pemahaman mendalam tentang suatu kejadian untuk membentuk karakter dari teks ke gambar merupakan ranah penciptaan untuk mewujudkan dasar dari gambar yang dapat dipahami. Kekuatan gambar inilah yang diubah menjadi sosok dalam karakter drawing dan lukisan yang hendak diwujudkan di atas kertas atau kanvas.

Layaknya membagi informasi dalam bentuk gambar yang dilakukan oleh seseorang dari mendengarkan orang lain, membaca berita atau mendengarkan radio serta melihat televisi merupakan cara tersendiri dalam memahami suatu masalah. Ketika menjadi saksi atas suatu kejadian maka seseorang akan mempunyai fractal imajinatif atas peristiwa itu. Kejadian menjadi dasar untuk mewujudkan gambar dalam bentuk baru dan dalam pengolahan kreatif merupakan suatu proses mendalam.

Itulah yang dilakukan Hendrikus David, perupa yang sehari-hari berproses dengan kartun sebagai bahasa visual, dalam menampilkan dunia kreatifnya kali ini. Ia menggunakan berbagai medium untuk ekspresi, seperti kayu, kanvas dan tong sampah, untuk menyampaikan pesan dari ekspresi yang hendak disampaikannya. Bagaimana proses itu terjadi?

Sebagian besar proses itu merupakan penyerapan, sebelum dikelola menjadi karya kreatif. Ada pilihan di sini antara teks atau gambar. Jika berbentuk teks maka akan jadi artikel berita yang menyangkut fakta atas kejadian atau diubah jadi fiksi yang akan mengubah sebagian kenyataan dari informasi.

Secara psikologis kejadian-kejadian yang ada di luar dirinya, terserap lalu secara emosional sebagai dorongan mental menggerakan inner languange. Hendrik mengubah apa yang terekam dalam pikirannya menjadi bahasa visual yang mudah dimengerti oleh orang lain.

Bagaimana cara mengubahnya menjadi gambar, baik dalam bentuk kartun, ilustrasi atau lukisan? Tentu saja ini perlu kreativitas tersendiri dalam mengelola imajinasi ketika mengubah teks menjadi gambar. Proses teks ke gambar, layaknya meyakinkan suatu kejadian bahwa sebenarnya ada ‘sesuatu’ di balik peristiwa. Kadang gambar itulah yang menjelaskan teks, tentang peristiwa yang terjadi.

Apa yang dilakukan Hendrik merupakan obyektivitas dalam memahami seluruh kejadian serta memahami lingkungan sekeliling. Adaptasi terjadi ketika proses pengelolaan imajinasi “menterjemahkan” teks sehingga apa yang dipahami dari teks merupakan bagian keseluruhan dari gambar. Ini yang dilakukan oleh Hendrik dalam mengelola kehidupan kreatifnya mewujudkan karyanya dengan berbagai material baik kertas, kanvas serta kayu.

Layaknya orang membuat kesaksian atas suatu kejadian yang sedang berlangsung, sesuatu yang didapatkan, dijadikan input untuk diubah menjadi bahasa visual hingga karakter gambar terlihat kuat serta mempunyai keseluruhan ‘jiwa’ dari karyanya. Demikianlah pameran “Kesaksian” karya Hendrikus David yang dihelat di Balai Budaya Jakarta, Jl. Gereja Theresia pada 1-9 Desember 2016.

* Penulis adalah kurator pameran.

Please follow and like us:
24