Headline News

Agus Pambagio: Revisi UU No.36/1999 dan Sahkan Perubahan PP No. 52 dan 53/2000

JAKARTA, REQuisitoire.com – Industri telko sangat dinamis, terutama yang berbasis aplikasi, karena industri telko merupakan industri tepat guna dan ditunggu tunggu publik. Pada tahun 2016 dipenuhi dengan hiruk-pikuk penggunaan apps di transportasi dan revisi PP No. 52 dan 53 tahun 2000 yang melibatkan Ombudsman RI, Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) serta Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Problem utama di industri telko terutama disebabkan karena lambannya regulasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi seluler. Kerja regulator belum optimal karena lemahnya koordinasi antar k/l,” tegas Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio  dalam diskusi bertajuk Refleksi Akhir Tahun Problematikan Industri Telekomunikasi yang dihelat oleh Indonesia Technology Forum (ITF) di Jakarta, Rabu, 21/12.

Ia pun meminta agar publik jangan disesatkan dengan berbagai istilah yang memusingkan demi untuk menghasilkan keuntungan yang berlipat.

“Regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo harus dapat melindungi dan melayani kebutuhan publik serta dapat menciptakan iklim usaha telekomunikasi yang penuh kepastian supaya tercipta lapangan pekerjaan baru yang mnghasilkan produk-produk yang kompetitif.”

“Regulasi harus mengatur sektor bukan mengatur operator. Jangan memberikan fasilitas yang berlebih pada salah satu operator saja dengan dalih “nasionalisme” karena saat ini sudah tidak ada operator telko yang mayoritas milik indonesia,” imbuhnya.

Regulasi yang akan dibuat harus melalui proses pembuatan regulasi harus sesuai dengan pembuatan peraturan perundang undangan bukan terbatas hanya pada lobby politik dan lobby ekonomi supaya bisa di implementasikan.

“Saat ini yang harus segera dilakukan adalah revisi UU No. 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan atau segera sahkan Perubahan PP No. 52 dan 53 tahun 2000.” (JS)

FOTO: Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio dalam diskusi bertajuk Refleksi Akhir Tahun Problematika Industri Telekomunikasi yang dihelat oleh Indonesia Technology Forum (ITF) di Jakarta, Rabu, 21/12 (REQuisitoire/Johanes Sutanto)