Budaya

Sesama Jadi Inkubator Seni Kontemporer

Bantul, REQNews.com – Penciptaan seni memang membutuhkan keyakinan pada awalnya, lalu membutuhkan perjuangan untuk meyakinkan orang lain tentang apa yang diciptakan. Salah satunya, keyakinan untuk membentuk bagaimana seni itu beroperasi, bergerak dari waktu ke waktu menjadi medium pemikiran, sehingga tidak lagi berpikir bagaimana harus berdiplomasi tentang penciptaan seni lebih dari awal seni diciptakan.

Salah satu penciptaan ruang seni itu adalah Sesama yang berlokasi di sebuah paviliun Jawa yang memiliki sebuah pendopo dimana bangunan tersebut pada dasarnya merupakan tempat pertemuan.

Secara arsitektur, Sesama tidak menghilangkan fungsi aslinya, dapat diakses dan terbuka bagi setiap orang dan digunakan untuk kegiatan kesenian lokal.

Rumah tempat Sesama merupakan salah satu wilayah inkubator kegiatan seni kontemporer serta ruang dialog mengenai isu-isu mengenai pembakaran yang menyangkut soal ekonomi, politik dan ekologi.

“Itulah yang kami lakukan untuk membentuk tempat dan interaksi lebih luas terhadap masyarakat tentang seni yang kami ciptakan,”ujar Adam Gruba, pendiri sekaligus pelaku proyek Sesama pada acara peresmian Ruang Seni Indonesia-Polandia Sesama pada 16 Desember 2016 lalu, sementara rencana pameran akan berlangsung hingga 8 Januari 2017.

Sesama di Jl.Kebayan Jeblog RT. 01 DK. 3 Tirtonirmolo, Kasihan , Bantul, Yogyakarta ini berusaha untuk membuat acara dialog dengan berbagai kalangan melalui workshop, diskusi dan lecture. (Fag)

Please follow and like us:
20