requisitoire-magazine.com
Tokoh

Masih Darah Jaksa

Muhammad Yusuf Ali S.H., M.M., mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala PPATK pada akhir Oktober 2016. Lima tahun Yusuf memimpin PPATK dan selama lima tahun itu pula dia dan sejawatnya di PPATK menggoreskan berbagai prestasi. Menjelang akhir masa tugasnya, Yusuf membuat status khusus di akun facebook-nya sebagaimana berikut ini:

“Alhamdulillah 5 tahun sudah budak Prabumulih memimpin PPATK dgn segala prestasi dan kebanggaan yg ditorehkan.. keberhasilan tersebut dapat diraih krn dukungan pegawai2 PPATK yg professional..support dan doa dari orang tua tersayang…isteri tercinta..anak2 tersayang dan sahabat2 yang baik. Terimakasih utk kalian semua. Smg jerih payah dan bhakti kita mendapat ridha Allah swt dan memberi manfaat untuk Indonesia sejahtera. Amin.”

Sejurus berselang, REQuisitoire menghubungi Yusuf melalui WA (WhatsApp) meminta izin untuk mengutip status di atas. “Pak, kami mau tulis sedikit profil kecil  di majalah REQuisitoire tentang Bapak dan kami mau kutip status Bapak di FB. Pertanyaan lain kami adalah, apa rencana Bapak selanjutnya setelah tidak lagi di PPATK. Untuk pertanyaan ini, Bapak cukup jawab saja melalui WA.”

Berselang 10 menit pria kelahiran Pendopo-Sumatera Selatan, 18 Mei 1962 itu merespon. Begini balasan WA-nya, “Kalau mau, datang saja ketemu saya di kantor PPATK Jalan Juanda Nomor 35 abis Jumatan atau kalau mau datang saja pada hari Senin (24/10) pagi.”

REQuisitoire pun memilih untuk datang pada hari Jumat (21/10) itu juga di tengah suasana hujan dan kemacetan lalu-lintas. Ketika berjumpa di ruang kerjanya Yusuf ditemani seorang staf bidang humas PPATK dan langsung mengatakan, “Maaf ya Bro, AC kantor lagi diservis, ini agak panas.”

Setelah ngobrol ngalor-ngidul sembari minum kopi, penggemar musisi Ebiet G. Ade, Maher Zein, kelompok band Ungu, Opick dan Scorpions itu pun langsung menjelaskan kilas-balik kepemimpinannya selama lima tahun. Ia menyebut sejumlah capaian prestasinya dengan lancar dan bersemangat lalu mengeluhkan sejumlah hambatan.

Apa rencana setelah tak lagi di PPATK? Yusuf tersenyum. “Sebenarnya saya masih berpeluang memimpin PPATK karena saya baru satu periode. Tetapi kan tergantung Presiden Jokowi. Kalau tidak di sini, tidak apa-apa. Saya juga baru saja ditawarkan untuk jabatan lain,” tukas Mantan Direktur Hukum dan Regulasi PPATK (2008-2011) dengan tawa.

Yusuf enggan menyebutkan tawaran jabatan baru tersebut dan enggan menyebutkan pihak yang menawarkan jabatan. Mantan Aspidsus Kejati DKI (2007-2008) itu juga menegaskan bahwa dirinya masih jaksa dan ingin mengabdi kembali di lembaga kejaksaan. “Darah saya masih jaksa,” tandasnya.(Bos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *