Budaya Headline

Imaji Bali di Tanah Seberang

YOGYAKARTA, REQNews-Seni telah melintasi batas wilayah yang tidak dapat diberi batas daerahnya. Layaknya air yang mengalir deras pada tanah-tanah yang sebelumnya tanpa air mengalir. Seni melintasi daerah itu, tanpa kenal ruang dan waktu.

Layaknya seniman mengadakan pameran di luar tanah kelahirannya, untuk memperkenalkan proses berkarya serta memperkenalkan hasil karyanya. Bagai air yang melintasi tanah tandus. Melenggang tanpa ada yang menghalangi. Itulah yang terjadi pada dunia seni hingga hari ini.

Pameran berjudul Arus Bawah, seniman peserta pameran: Kadek Marta Dwipayana, Made Agus Darmika, Ngakan Putu Agus Arta Wijaya, Pande Giri Ananda, Putu Adi Suanjaya, Putu Sastra Wibawa. Pembukaan pada hari Selasa, 7 Februari 2017 pameran akan berlangsung hingga 24 February 2017, bertempat di Jogja Contemporary, Kompleks Jogja National Museum, Jl. Ki. Prof. Amri Yahya no 1, Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta 55252.

Pameran ini mempunyai representasi melintasi batas tersebut, sebagian seniman Bali ini memamerkan karyanya bersam-sama dalam ruang pamer yang jauh diwilayah tanah kelahiran mereka. Hal ini mungkin mewakili aspek global seni yang merembes kemana-mana. Melibas ruang-ruang yang kentara untuk dilalui seniman diberbagai wilayah.

“Dari cara tutur tiap seniman tentang Bali, saya merangkum satu hal. Mereka melihat Bali sebagai rumah, akar, dan laku. Ini tampak dari usaha menjelaskan Bali yang sering membawa mereka pada kisah-kisah yang sangat personal”,ungkap Sita Magfira, melalui kuratorial pameran.

Tanpa terlibas sesuatu yang menggelayuti ‘sesuatu’ diluar diri sang seniman, seniman tetap mempertunjukan bagaimana jati diri mereka masih ada dalam diri mereka. Hal itu ditunjukan dalam karya-karya yang dipamerkan kali ini. (fag)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *