Headline Outline

Kembali Belajar Toleransi

Oleh: R. Ayu Retno Kusumastuti Suryosumpeno

It’s an universal law, intolerance is the first sign of an inadequate education.
An ill-educated person behaves with arrogant impatience,
whereas truly profound education breeds humility.
Aleksandr Solzhenitsyn

Hiruk pikuk terkait isu agama yang sempat meramaikan jagad Indonesia saat ini sudah sangat memprihatinkan, bangsa ini seakan telah kehilangan toleransinya. Hujatan, cacian dan makian sudah bukan barang tabu lagi. Yang lebih mengherankan, para pelakunya ternyata memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Entah apa yang merasuki jiwa mereka, yang jelas bangsa ini menjadi sangat resah dan gelisah. Ibu Pertiwi bagai meneteskan air mata melihat para puteranya saling tuding dan bentak dengan tatapan nanar tak bersahabat demi prinsip yang dipegangnya.

Sejatinya, toleransi adalah membiarkan orang lain berpendapat lain dan melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita tanpa diganggu ataupun intimidasi. Istilah toleransi dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap berbagai kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat menghormati keberadaan agama atau kepercayaan lainnya yang berbeda. Jadi pengertian toleransi beragama yaitu meyakini bahwa agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamamu. Dengan kata lain, toleransi beragama adalah menghargai agama orang lain dan tidak memaksakan orang lain menganut agama dan kepercayaan kita, apalagi mengejek, merendahkan bahkan mencela agama dan kepercayaan lain dengan alasan apapun. Apakah toleransi hanya berlaku untuk agama? Pengertian toleransi dan cakupannya bukan saja pada bidang agama namun juga bidang politik. Di bidang politik harus ada toleransi politik yang dilakukan oleh partai politik. Toleransi sosial mengajarkan agar kelompok mayoritas dalam suatu masyarakat menghargai kelompok minoritas.

Adanya toleransi akan menghilangkan diskriminasi terhadap kelompok atau golongan. Toleransi sosial menimbukan kenyamanan bermasyarakat dan menghindarkan permusuhan.

Konon KH. Abdurrahman Wahid, salah satu tokoh pencetus perubahan di Indonesia yang kemudian dikenal sebagai “Bapak Pluralisme Indonesia” menyampaikan,”Tidak penting apapun agamamu atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu untuk agamamu, orang tidak pernah tanya agamamu.” Pernyataan tersebut tentu sangat mengejutkan banyak pihak yang tidak pernah menyangka jika seorang tokoh Nahdlatul Ulama membuka lebar pintu bagi mereka yang non Muslim. Gus Dur menunjukkan bahwa tempat asal kita bukanlah sebuah masalah. Bahkan, Gus Dur senantiasa menegaskan bahwa hanya dengan menjadi orang baik akan membawa kita pada kebaikan pula.

Walau lahir dan besar dilingkungan Islam yang kental, Gus Dur dinilai sebagai pribadi plural yang berani membela hak-hak orang yang memiliki kepercayaan berbeda darinya. Di tahun 1998 beliau bahkan menjamin keselamatan kaum Tionghoa yang saat itu mengalami kekerasan karena dituduh sebagai biang keladi krisis ekonomi. Gus Dur dengan tegas memerintahkan kepada suku, ras, dan agama lainnya untuk menerima keberadaan golongan Tionghoa dan berhenti memusuhi mereka. Puncaknya, Gus Dur menjadikan Hari Raya Imlek sebagai hari libur nasional. Beliau menegaskan bahwa segenap rakyat Indonesia harus menerima perbedaan yang ada.

Keberagamaan melalui perbedaan merupakan keunikan tersendiri bagi Gus Dur. Melalui tindakannya secara nyata, Gus Dur telah membebaskan minoritas untuk merayakan kemerdekaan beragama. Selain itu, Gus Dur menyerukan kepada segenap rakyat Indonesia untuk menghindari pertikaian.

Sudah saatnya kini bangsa Indonesia kembali berkaca pada seorang Gus Dur untuk saling menghormati serta memahami dan menjaga perasaan sesama anak bangsa, karena keragaman adalah keniscayaan akan hukum Tuhan atas ciptaanNya.

Mari kembali belajar bertoleransi….

Please follow and like us:
25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *