HKPI
Hukum

HKPI Kembali Gelar Pendidikan Kurator

Jakarta, REQNews – Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia (KHPI) kembali menggelar pelatihan wajib etika profesi kurator dan Workshop Presentation Skill bagi para Anggota HKPI. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari (10-11/17), di Mercure Convention Centre, Ancol, Jakarta.

Pelatihan Wajib Etika Profesi Kurator dan Workshop Presentation skill ini dilakukan HKPI untuk meningkatkan kompetensi Kurator anggota HKPI dengan berbagai pengetahuan hard dan soft skill termasuk sikap dan perilaku sebagai bagian dari kompetensi untuk meningkatkan kualitas Kurator.

Ketua Umum HKPI, Soedeson Tandra, mengatakan, Pelatihan Wajib Etika Profesi Kurator juga merupakan upaya HKPI untuk menjawab tantangan Kementerian Hukum & Ham dan para stakeholders dalam menjawab masalah sikap dan perilaku hukum kepailitan di Indonesia khususnya Kurator. Materi Pelatihan Wajib Etika Profesi Kurator kali ini diberikan para pemateri berpengalaman di bidang hukum yaitu Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, dan Guru Besar Fakultas Hukum, Universitas Indonesia.  Ada pula Elijana dan Azet Hutabarat pemateri lain yang menyampaikan topik Etika Profesi dan Kode Etik Profesi Kurator.

Tandra menegaskan Kurator merupakan profesi dengan keahlian khusus untuk mengamankan harta pailit yang membutuhkan kecermatan, ketelitian, dan kehati-hatian sehingga menekankan pentingnya nilai-nilai etika, independensi, dan integritas. Menurut Tandra, Saat ini belum banyak advokat yang menekuni profesi kurator padahal terdapat celah pasar dengan banyaknya kasus-kasus kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Kenaikan kasus PKPU tentu membutuhkan peningkatan kurator untuk melakukan kurasi harta pailit.

Kemampuan Komunikasi

Selain memberikan pelatihan materi terkait etika, pendidikan kurator yang digelar oleh HKPI ini juga memberikan pelatihan terkait kemampuan komunikasi para kurator. Menurut Tandra seorang kurator dalam melakukan tugas akan menghadapi berbagai macam pihak dan berbagai kondisi. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik ke berbagai pihak ini menurutnya akan sangat membantu tugas seorang kurator. Untuk itu pada hari kedua tanggal 11 maret 2017, pendidikan dilanjutkan dengan Workshop presentation skill yang diberikan Becky Tumewu yang memberikan materi tentang cara melakukan presentasi yang efektif dan public speaking bagi para kurator.

Melalui Pelatihan dan Workshop ini, HKPI ingin memperkenalkan profesi kurator kepada masyarakat untuk meningkatkan minat para praktisi  hukum dan akuntan untuk menjadi kurator di Indonesia. Dengan kondisi jumlah kurator di Indonesia yag belum terlalu banyak dibanding jumlah profesi hukum lainnya, profesi kurator menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab oleh HKPI.(Sko)

Please follow and like us:
20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *