Hukum

Gaung Pemiskinan Perempuan Indonesia di CSW New York

JAKARTA, REQNews – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memandang penting untuk selalu dapat berpartisipasi dalam CSW dan sudah melakukannya sejak CSW yang ke-57 pada tahun 2013.

Diketahui, The Commission on the Status of Women (CSW) merupakan mekanisme tahunan yang diselenggarakan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Pada 2017 ini CSW ke-61 diselenggarakan pada 13-24 Maret 2017 dengan “Women’s economic empowerment in the changing world of work” dengan fokus diskusi pada tema “Empowerment of indigenous women”.

CSW 61 secara khusus juga mereview kemajuan dari pelaksanaan Agreed Conclusion CSW 58 pada tahun 2014 yang mengambil tema “Challenges and achievements in the Implementation of the Millennium Development Goals for women and girls”.

Peran strategis yang diupayakan Komnas Perempuan dalam mengikuti CSW yaitu: Pertama, berbagi dan menyerap perkembangan dan pengetahuan tentang apa yang sudah dilakukan negara-negara dalam mengawal isu-isu HAM Perempuan.

Kedua, memberikan input kepada Delegasi Republik Indonesia (DELRI) dalam menjalankan peran dan partisipasinya di CSW.

Ketiga, memberikan masukan pada kebijakan global yang tertuang dalam agreed conclusion agar mengacu pada HAM Perempuan dan dapat menjadi pijakan untuk diimplementasikan masing-masing negara.

Sejauh ini Komnas Perempuan menunjukkan bahwa pemiskinan terhadap perempuan masih terjadi melalui diskriminasi dan kekerasan berbasis gender yang merentankan perempuan, menjauhkan akses kehidupan, ketimpangan hak di tempat kerja, minim dilibatkan dalam keputusan di domestik dan publik termasuk dalam negosiasi politik pembangunan. (Joh)

Please follow and like us:
24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *