Headline Outline

Succes Begins with a State of Mind

Oleh: R. Ayu Retno Kusumastuti Suryosumpeno

Be thankful for the hard times, for they have made you.
Leonardo Wilhelm DiCaprio

Berbicara tentang nikmat Tuhan, maka takkan pernah ada habisnya. Begitu besar cinta Tuhan pada manusia hingga diberikan berbagai keistimewaan, antara lain karunia sebagai makhluk berpikir (homo sapiens).

Pada hakikatnya kemanusiaan manusia terletak pada pikirannya dan bukan pada fisiknya. Karena alasan itulah Rene Descartes mengatakan ‘Cogito Ergo Sum’ yang berarti saya berpikir maka saya ada. Ungkapan Descartes menegaskan bahwa manusia akan menjadi manusia yang sesungguhnya bila ia berpikir. Sebuah ungkapan juga menarik untuk disimak,”Nasibmu tidak akan ditentukan dimana kau berada, tetapi apa yang mengisi pikiranmu.”

Ada juga metafora lain bahwa sebenarnya sorga dan neraka terletak pada pikiran manusia. Metofora ini dikuatkan oleh ungkapan John Milton yang mengungkapkan bahwa pikiran adalah sebuah tempat yang menciptakan surga dan neraka untuk hidup anda karena perkataan dan perbuatan jahat atau sebaliknya perkataan dan perbuatan baik dimulai dari pikiran.

Itulah kelebihan manusia yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Dengan kemampuan berpikir, manusia diberikan hak berkuasa atas makhluk lainnya. Manusia dapat pula menjadi seperti binatang atau bahkan lebih buas dari binatang hingga ada ungkapan dalam bahasa latin ”Homo Homini Lupus” yang artinya manusia adalah serigala bagi manusia yang lain. Ungkapan tersebut menandakan bahwa manusia dapat melakukan kejahatan yang bengis dan sebaliknya dapat pula berbuat baik selayaknya malaikat.

Pikiran Positif

Pikiran adalah sesuatu yang konkret. Konkret mewujud dalam karya, perbuatan, tingkah laku dan lain lain. Untuk mengubah pikiran menjadi kenyataan dibutuhkan tekad yang kuat, dorongan dan ketekunan. Motivator handal Johanes Arifin Wijaya menyebut pikiran sebagai “pelita kehidupan” karena pikiran menjadi landasan kehidupan bahkan dapat menjadi landasan segalanya.

Yang paling diharapkan dari landasan berpikir adalah kekuatan untuk berpikir positif. Jika pikiran positif memiliki landasan yang kuat maka pikiran negative dapat dikalahkan. Pikiran positif selanjutnya dapat mengantarkan manusia menggapai kebahagiaan dan kesuksesan.

Pikiran positif dapat menjadi landasan menggapai kesuksesan. Dari pikiran positif akan muncul berbagai aspek kesuksesan, antara lain keuletan. Keuletan membuat manusia tidak mudah goyah dan patah semangat sebaliknya keuletan akan mendorong terbentuknya komitmen untuk menggapai apa yang dicita-citakan.

Sebagian besar individu yang meraih sukses pasti pernah merasakan kegagalan sebelumnya. Ya, hidup ini memang berkisar antara jatuh dan bangun, kalah dan menang serta gagal dan sukses. Namun yang terpenting adalah bagaimana menyikapi dan menghadapi kegagalan. Dibutuhkan kekuatan pikiran positif yang mendorong untuk semangat dan tekad bulat meraih cita-cita. Dalam suatu pertandingan tinju, meski sudah babak belur dan sempoyongan seorang petinju legendaris Jack Dempsey berucap,”Give me one more round!” lalu ia pun bangkit dan memukul KO lawannya. Pikiran positifnya telah memberikan kekuatan yang luar biasa!

Tak banyak orang di dunia ini seperti Jack Dempsey, sebaliknya lebih banyak diantara mereka yang memilih menyerah dan putus asa saat menghadapi tantangan. Padahal sesungguhnya di dalam ruang berpikir bergerak dua kutub pikiran dan tergantung pada kita untuk memilih antara bangkit atau putus asa dan menyerah.

Tiga Cara

Tiga cara yang menuntun kita untuk maju, yaitu:(1) Jadilah orang yang bersedia menerima gagasan. Sambut baik gagasan dan hilangkan prasangka bahwa gagasan tidak akan berhasil atau gagasan adalah tindakan bodoh. Penolakan terhadap gagasan memuat efek negative yang merugikan.(2) Jadilah pribadi yang suka mencoba. Dobrak rutinitas dan kembangkan kemampuan pada bidang yang sama sekali tak pernah terpikirkan sebelumnya. Keleluasaan pengetahuan dapat mempersiapkan mental untuk menerima tanggung jawab lebih besar lagi.(3) Jadilah progresif dan bukan regresif. Jangan pernah berpikir bahwa apa yang telah dicapai merupakan prestasi terbaik. Orang sukses senantiasa bertanya bagaimana ia dapat meningkatkan kualitas prestasi agar dapat bekerja lebih baik lagi.

Para pemimpin dalam semua bidang kehidupan menghabiskan jauh lebih banyak waktu untuk meminta nasihat dibanding memberikannya. Sebelum seorang pemimpin mengambil keputusan, ia akan senantiasa melontarkan pertanyaan kepada berbagai pihak, bagaimana menurut anda tentang hal ini atau apa yang akan anda lakukan jika anda dalam keadaan yang sama. Pemimpin merupakan mesin manusia pengambil keputusan yang senantiasa memerlukan “bahan mentah” sebelum mencapai keputusan kreatif. Bahan mentah yang dimaksud adalah gagasan dan saran dari berbagai pihak. Pemimpin tak pernah mengharapkan orang lain memberikan pemecahan yang siap pakai.

Jangan pernah lupa untuk bersyukur karena segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini serta apa yang akan diraih adalah penyelenggaraan Tuhan. Bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan tanpa bergantung ruang dan waktu akan membuat manusia senantiasa berpikir positif menjalani hidup yang penuh onak dan duri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *