Headline Outline

Sang Pemburu Gagasan

Oleh: R. Ayu Retno Kusumastuti Suryosumpeno

An idea that is developed and put into action is more important
than an idea that exists only as an idea.
– Buddha –

Gagasan atau ide sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rancangan yang tersusun dalam pikiran. Artinya sama dengan cita-cita. Gagasan dalam kajian filsafat Yunani maupun filsafat Islam adalah suatu gambaran imajinal utuh yang melintas sangat cepat. Selama gagasan belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata, maka gagasan hanya ada di dalam pikiran. Gagasan menyebabkan timbulnya konsep yang merupakan dasar bagi segala macam pengetahuan baik sains maupun filsafat. Sekarang banyak orang percaya bahwa gagasan adalah suatu kekayaan intelektual seperti hak cipta atau paten.

Gagasan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam proses kehidupan manusia. Gagasan yang cemerlang selalu dibutuhkan saat kita sedang mencari solusi dalam memecahkan masalah. Apapun jenis kegiatan, pekerjaan, usaha manusia untuk kelangsungan hidupnya tidak pernah terlepas dengan istilah gagasan.

Sudah banyak kasus orang yang mencapai sukses setelah ia dipecat dari pekerjaannya. Beberapa orang justru menjadi pengusaha sukses manakala mereka kehilangan pekerjaan. Mengapa demikian? Karena saat mereka jatuh mereka tidak lemah dan larut, tetapi sebaliknya mereka telah mempunyai gagasan baru yang didukung dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah hingga akhirnya terciptalah karya yang mampu mengantarkan mereka ke jenjang kesuksesan.

Kecerdasan Tak Selalu yang Utama

Gagasan bertujuan menyampaikan pemikiran berupa data, hasil penalaran dan sebagainya dengan maksud untuk meyakinkan pendengar atau pembaca tentang kebenaran, pendirian atau kesimpulan pembicara. Gagasan yang disampaikan harus objektif dan masuk akal. Gagasan juga disebut pendapat.

Gagasan luar biasa muncul dari hasil perburuan yang dilakukan secara konsisten dan fokus. Saat Walt Disney, seorang produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara berkebangsaan Amerika Serikat mendapatkan gagasan hebat untuk menciptakan taman hiburan keluarga dengan lingkungan hangat dan bersih serta pegawai yang ramah. Walt Disney percaya bahwa taman hiburan ini akan menjadi tempat favorit semua orang, tua dan muda, perempuan bahkan laki-laki dari semua strata ekonomi di Amerika.

Perburuan gagasannya dimulai sejak kunjungannya ke Tivoli Garden. Taman nan indah, bersih dan rapi di kota Kopenhagen. Impian akan keindahan serta kenyamanan taman untuk keluarga diwujudkan di tahun 1955 seiring dengan dibukanya Disneyland di California. Sejak saat itu, Walt Disney senantiasa menyampaikan bahwa visi bisnisnya adalah “menjual impian”.

Sang pemburu gagasan senantiasa percaya bahwa untuk mendapatkan gagasan baru, seseorang harus menyiapkan diri bagai botol kosong yang membuka diri untuk menerima berbagai pendapat serta komentar orang lain bahkan yang tidak rasional sekalipun, karena diantara pendapat tersebut pasti ada yang berharga. Ketangkasan menangkap peluang dengan memadukan gagasan yang datang dari berbagai arah dibutuhkan namun tetap berfokus pada projek utama.

Karya adalah Sensor

Warren Buffett, seorang investor, pengusaha, dan philanthropist asal Amerika Serikat, selalu berpegang teguh bahwa sensor terakhir dari beragamnya gagasan adalah karya. Seseorang mungkin memiliki berjuta gagasan, namun selama gagasan itu belum menghasilkan karya, maka akan tetap menjadi impian belaka. Walt Disney dapat berburu gagasan hingga berkeliling dunia, namun bila belum ada taman impian yang diresmikannya, maka perburuan gagasan selama bertahun tahun dianggapnya sebagai pekerjaan yang sia-sia.

Konon menurut Walt Disney, perburuan gagasan bukanlah untuk mendapatkan gagasan hebat dalam sekejap, melainkan membuat gagasan “lumrah” yang kemudian akan berkembang hari demi hari. Gagasan hebat merupakan karya yang senantiasa mengalami perbaikan dan perkembangan. Menunggu datangnya gagasan hebat dan baru menuangkannya dalam karya merupakan sesuatu yang sangat tidak mungkin.

Jadi, untuk apa menunggu datangnya gagasan hebat? Tuangkan gagasan anda dalam karya dan perbaikilah kekurangannya dikemudian hari.

Sekarang…ya, sekarang! Anda menunggu apa lagi….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *