Hukum

UU Narkotika di Indonesia Patut Ditinjau Ulang

JAKARTA, REQNews – Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat Yohan Misero berpendapat aturan mengenai narkotika dan obat-obatan terlarang di Tanah Air harus ditinjau kembali.

Ia menegaskan UU tak seharusnya melarang penggunaan ganja atau cannabis untuk pengobatan. UU Narkotika patut ditinjau ulang.

Merujuk pada tragedi Fidelis Ari (FAS) yang mengobati penyakit Syringomyelia yang diderita istrinya Yenny (YR) dengan ekstrak tanaman ganja, ia melihat langkah aparat menahan FAS sebagai suatu kesalahan.

Penahanan FAS berujung pada kematian YR karena tak mendapat pengobatan.

Yohan pun mengkritisi Pasal 8 UU Narkotika yang melarang pemanfaatan narkotika golongan 1 untuk kesehatan. Menurut dia, pasal tersebut tak seirama dengan Pasal 7 UU Narkotika yang mengunci pemanfaatan narkotika hanya untuk kesehatan dan pengembangan Iptek.

“UU Narkotika tidak seharusnya melarang pemanfaatan zat atau tanaman apa pun untuk kesehatan,” tegas Yohan.

Pemerintah seharusnya memberikan kesempatan penelitian membuktikan manfaat zat dari ganja. Yohan juga menegaskan, tanaman ganja yang tumbuh subur di Indonesia harus dibuktikan dapat bermanfaat bagi banyak orang. (Joh)

Please follow and like us:
6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *