Budaya

Indonesia Semarakkan World Cultural Month 2017 di Dakar

DAKAR, REQNews – Berbeda dengan tampilan negara lain, booth Indonesia pada World Cultural Month 2017 pekan ini (28/4) di Dakar, Senegal tampil maksimal dengan berbagai corak dan pernak-pernik keragaman budaya dan kuliner yang ditampilkan, menjadi pusat perhatian ratusan pengunjung.

Booth Indonesia yang cukup luas dihiasi dengan payung-payung selamat datang, dekorasi khas Bali pada skirting meja, seperangkat alat-alat gamelan Jawa, sejumlah gawangan untuk pajangan berbagai kain songket, ulos dan batik, berbagai kerajinan ukiran, dua pasang patung kayu loroblonyo, patung burung garuda, ditambah pula dinding dengan latar belakang batik parang menambah kentalnya citra keIndonesiaannya.

Selain itu, hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh pengunjung selama beberapa tahun terakhir ini adalah kuliner yang disajikan, yaitu: nasi goreng ayam, mie goreng udang dan sate ayam bumbu kacang dan bumbu kecap laris manis diserbu para pengunjung.

Second Secretary KBRI Dakar Dimas Prihadi pada REQNews mengatakan aroma khas pembakaran sate ayam telah mengundang para pengunjung berbondong-bondong menghampiri booth Indonesia. Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Dakar yang mengenakan berbagai pakaian nusantara yang melayani para pengunjung mencoba membatasi pemberian makanan yang disajikan tersebut agar tidak terlalu cepat habis. Partisipasi KBRI Dakar pada tahun lalu telah menginspirasi panitia penyelenggara dengan mengajak negara-negara lain untuk juga menampilkan kuliner khas masing-masing negara.

Meskipun pada tahun ini tidak ada pemilihan booth terbaik, sejumlah pengunjung, Ketua Komite Penyelenggara dan para Dubes asing kepada Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, menyampaikan bahwa kuliner dan performance Indonesia pada acara ini merupakan yang terfavorit mengalahkan kuliner yang ditampilkan pada booth dari negara-negara lain seperti Jepang, China, India, Italia, Pakistan, Amerika, Perancis, Inggris, Australia, New Zealand, Ekuador, Senegal, Mauritius, Ukraina, Grup Afrika, dan Thailand. Selain itu, KBRI juga menampilkan video dan berbagai poster pariwisata, membagikan flyer pariwisata, dan memamerkan berbagai seni kerajinan tangan seperti kain tenun dan batik.

Dipandu oleh staf, para pengunjung di booth Indonesia umumnya diberikan kesempatan untuk mencoba memainkan gamelan secara langsung dan pemberian souvenir wayang kulit kepada para pengunjung yang dapat menjawab Quiz mengenai Indonesia dengan benar. Puncak kegiatan festival budaya yang diselenggarakan oleh International School of Dakar (ISD) ini adalah defile budaya pakaian negara-negara peserta. Pada defile ini, Ibu-ibu DWP KBRI Dakar, Staf dan anak-anak Indonesia ikut ambil bagian dengan menampilkan keindahan dan keberagaman pakaian-pakaian Nusantara dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dubes Mansyur Pangeran menyatakan bahwa partisipasi KBRI Dakar dalam acara World Cultural Month ini sangat penting guna memperkenalkan Indonesia secara lebih luas terutama dari aspek budaya. Terbukti para pengunjung sangat antusias dan beramai-ramai mengunjungi booth Indonesia, dan seluruh kuliner Indonesia hanya dalam waktu yang tidak terlalu lama ludes oleh para pengunjung. Ajang promosi tersebut diharapkan dapat memberikan daya tarik bagi warga Senegal dan warga asing untuk datang ke Indonesia, baik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata maupun membeli produk Indonesia. Selain itu, dengan menggunakan standing banner KBRI Dakar Juga dapat mempromosikan pencalonan Indonesia untuk menjadi Anggota Tidak Tetap DK – PBB Periode 2019 – 2020.

World Cultural Month merupakan ajang prestisius yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh ISD untuk memamerkan dan mempromosikan keunikan budaya masing-masing negara kepada masyarakat Senegal secara umum dan khususnya kepada warga ekspatriat di Dakar. Partisipasi KBRI Dakar kali ini merupakan yang kelima kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2013 sebagai Guest of Honor yang pada tahun 2016 mendapat predikat booth terbaik dan terfavorit.

ISD merupakan sebuah sekolah swasta internasional di Dakar, Senegal, yang didasarkan pada kurikulum Amerika, dengan jenjang sekolah mulai dari tingkat pra-sekolah sampai dengan tingkat 12. Komposisi murid yang belajar di ISD pun sangat beragam yaitu terdiri dari 55 kewarganegaraan dari seluruh dunia. (Joh)

Keterangan Foto:

Istri Dubes KBRI Dakar Febie Mansyur ikut melayani pengunjung di booth kuliner dan dan defile parade budaya (Foto: KBRI Dakar)

Please follow and like us:
25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *