Headline Hukum News

Walhi, ICEL dan AMAN Sikapi Gugatan APHI dan GAPKI di MK

Jakarta, REQNews – Walhi, Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) akan mengajukan permohonan para pihak (gugatan intervensi) terkait judicial review UU Lingkungan Hidup dan UU Kehutanan oleh APHI dan GAPKI kepada Mahkamah Konstitusi.

Mengenai rencana pengajuan gugatan intervensi ini, Henry Subagyo, Direktur Eksekutif ICEL , Selasa (6/6) lalu, mengatakan, “Kita menyiapkan permohonan para pihak agar hukum kita memiliki pemberdayaan melawan kejahatan lingkungan.”

Permohonan yang diajukan mengacu pada pasal yang digugat oleh APHI dan GAPKI.

Seperti dilansir dari mongabay.com, Henry menjelaskan, UU No. 32 Tahun 2009 terbit berdasarkan refleksi kegagalan hukum dalam penanganan persoalan lingkungan hidup dari hulu ke hilir. UU itu, menurutnya, baru sebatas berbicara pada pengelolaan lingkungan hidup, belum menyentuh persoalan perlindungan dan pengelolaan serta lemahnya penegakan hukum.

Lebih jauh mengenai perundang-undangan lingkungan ini, Direktur Eksekutif Walhi Nasional Nur Hidayati menganggap, UU No. 32 Tahun 2009 itu menitik beratkan aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Menurutnya, ”Upaya GAPKI dan APHI ini merugikan posisi lingkungan hidup yang kami wakili karena strict liability ini membawa semangat perlindungan dari korban dari upaya maupun aktivitas berbahaya bagi lingkungan.”

Nur menjelaskan, mengenai pasal strict liability ini, belum banyak negara menggugat kerusakan lingkungan oleh korporasi. Baginya, seharusnya, pasal ini justru lebih banyak didayagunakan ke depan, bukan justru dihapus atau reduksi makna dan substansinya.

Menanggapi aksi Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) menggugat UU No. 32 Tahun 2009, Henry mengatakan, seharusnya di tengah situasi seperti ini, asosiasi memberikan sumbangsih dan solusi, bukan hanya untuk anggota, namun bagi Indonesia. *** (Praz)

 

Foto: www.xplorewisata.com

sumber: www.mongabay.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *