Budaya Foto Frigi-Frigi Write News

Saklar Menjadi Benda Seni

Reqnews, Jogjakarta,  -Ide gemilang datang ketika seniman bertemu pengusaha. Kali ini saklar listrik yang biasa dipakai untuk menghidupkan dan mematikan lampu dijadikan benda karya seni. Memang kecil bentuk saklar tetapi mendapatkan makna yang luar biasa ketika seniman, baik pelukis atau pematung menggarapnya menjadi buah karya.

Sebanyak 208 karya. Seniman Indonesia sebanyak 105 orang, sedangkan seniman luar negeri sebanyak 103 orang. Para perupa berasal dari Australia, Bangladesh, Canada, China, Egypt, Finland, France, Germany, India, Indonesia, Japan, Korea, Laos, Malaysia, Moldova, Myanmar, Nepal, Netherlands, Nothern Ireland, Philippines, Poland, Russia, Serbia, Singapore, Slovakia, Sweden, Taiwan, Thailand, Turkey, USA, dan Vietnam, unjuk gigi dalam pameran ini.

Pameran International Artswitch Exhibition,bertempat di Jogja Gallery, Jl JL. Pekapalan Jl. Alun-Alun Utara No.7, Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta 55131, berlangsung 18-27 August 2017. Pameran akan tercatat dalam Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pameran Lukisan Pertama dengan Media Saklar.

Menurut Hadi Soesanto, seniman yang memprakarsai pameran ini, proses ini saya awali dengan membuat sebuah lukisan berbahan cat akrilik diatas saklar berukuran 5×5 cm. Pameran saklar ini akhirnya mendapat restu dari Bp. Hironemus sebagai Presiden Direktur PT Australindo Graha Nusa. Setelah mendapat persetujuan, saya mulai mengundang beberapa seniman dalam dan luar negeri, baik yang otodidak sampai yang lulusan perguruan tinggi. Akhirnya terkumpul Macam-macam cara perupa dalam merespon sebuah saklar yang kosong, ada yang sepertinya kesulitan menguasainya, karena terbiasa membuat karya dengan ukuran besar, sedangkan kali ini berekspresi dalam satu bidang yang berukuran hanya 5×7 cm saja.

“Disisi lain, beberapa seniman yang merubah bentuk saklar menjadi tiga dimensi, dengan menambahkan beberapa elemen, seperti benang, kain, kayu, bulu, serta polyester resin. Setiap perupa berusaha menunjukkan gayanya dalam dalam berkarya”,pungkas Hadi Soesanto. (fag)

Please follow and like us:
11

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *