Budaya Foto Frigi-Frigi Write

Perupa Indonesia Tampil di Beijing International Art Biennale 2017

Reqnews, Jakarta -Jalur sutra merupakan jalan perdagangan masa lampau melalui jalan darat. Kali ini diadaptasi menjadi judul pameran Biennale Beijing, yang mengangkut peserta dari jalur sutra tersebut, termasuk Indonesia yang mendapat pavilliun bersama dengan 5 negara lain. The Silk Road and The World’s Civilization, tema pameran tahun ini membuka kembali bagaimana masa lampau jalan sutra, perdagangan darat dilakukian oleh China dalam beberapa dekade ketika membuka pengaruh dengan dunia luar.

Tempat penyelenggaraan di NAMOC (National Art Museum of China) di pusat kota Beijing, tak jauh dari Lapangan Tiananmen. Di museum seluas 3,5 hektar ini perhelatan berlangsung 24 September hingga 15 Oktober 2017. Ada 5 Special Exhibition dalam BIAB, yakni diperuntukan bagi Indonesia, Georgia (negara pecahan Uni Soviet), Yunani, Mongolia, dan region China (Makau, Hongkong, Taiwan).
“Sebenarnya dua tahun lalu Indonesia juga mendapat tempat tetapi dibawah booth Asia Tenggara, sekarang Indonesia mendapat pavilliun sendiri,”ujar Kuss Indarto sebelum keberangkatan ke Beijing.

Tema pada Bienalle tahun ini adalah The Silk Road and The World’s Civilization. Pameran dikuratori oleh Kus Indarto. Seniman yang terpilih memajang karya: Camelia Mitasari Hasibuan (Memory of the Silk Road), Chusin Setiadikara (Traceback), I Putu Edy Asmara (Exchange), Erizal As (Rabab Minang), Gatot Indrajati (Flying Ryukin), Ivan Sagita (Everybody has Silk Road, Januri (Many Roads Lead to Beijing dan Hard Work), Johan Abi Tobing (Three Women in Javanese Costume ,Catwalk 1,dan Dancing Girl). Seniman lainnya adalah; Joni Ramlan Wiono (Two Harmonious Culture, Golden Moment dan Village of Two Cultures), Made Gede Paramahita (Hope for the World dan Where is the Way), I Made Wianta (Black and White Eagles dan Golden Poems), Mangu Putra (Small Flowers in the Jungle), Nasirun (Mark), Nyoman Nuarta (Legenda Borobudur III), Franciscus Sigit Santoso (Year of Rooster), Ugy Sugiarto (The Meaning of Friendship dan The Power of Love), serta Yince Djuwidja (Unity in Diversity Bhinneka Tunggal Ika).(fag)

Please follow and like us:
17

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *