Headline Hukum Tokoh

Julianto: Menangkal Radikalisme dengan Penerapan  P4

JAKARTA, REQNews – Terorisme merupakan tantangan utama yang sedang dihadapi tidak hanya oleh Indonesia, tapi seluruh negara di dunia. Munculnya para teroris ini dipicu oleh paham fanatik, paham radikal, dan paham ekstrem yang dianut oleh seseorang ataupun kelompok.

Sementara itu, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Perppu Ormas) dianggap pemerintah mampu mengadapi penyebaran ajaran radikalisme.

Julianto T.Pakpahan, SH,  Advokat dari Julianto Pakpahan & Partners Law Office, mengatakan seharusnya pemerintah tidak berlebihan menanggapi isu mengenai radikalisme, sampai-sampai bersusah payah membuat aturan untuk membubarkan sebuah organisasi secara sepihak.

“Pembubaran ormas oleh pemerintah yang diatur dalam Perppu Ormas merupakan bentuk pembatasan atas hak berkumpul dan berserikat,” ujarnya.

Seharusnya, menurut Julianto pembubaran ormas melalui proses pengadilan. Karena pembatasan terhadap kebebasan berkumpul dan berserikat bertentangan dengan UUD. Lebih jauh Julianto mengatakan, dapat dipahami pemerintah memiliki kewajiban melindungi keamanan nasional, tapi pembubaran tanpa pengadilan bukanlah tindakan bijak, terkecuali kepada ormas yang sudah jelas melakukan radikalisme dan terorisme.

Untuk menangkal radikalisme, Julianto  berpendapat agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan lagi pelajaran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (disingkat P4).

“Pelajaran tentang Pancasila sudah tidak ada lagi, sehingga beberapa generasi sudah tidak paham dengan Pancasila, mereka hanya tahu bentuk dan nama, tapi tidak mendalami, apa yang ada di dalam Pancasila,” terangnya.

Pancasila, menurut Julianto sangatlah tepat menjadi landasan bernegara bagi Indonesia yang beragam, hanya saja sekarang tidak tertanam pada diri anak bangsa, apalagi pelajarannya sudah tidak diterapkan. Julianto yakin bila pendalaman materi Pancasila akan mempu menumbuhkan kecintaan anak bangsa terhadap negerinya. (dnls)

Please follow and like us:
17

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *