Headline News

Setya Novanto, Kamu Dicari KPK Lho!

JAKARTA, REQNews –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum menemukan Ketua DPR Setya Novanto.

Seperti diketahui, KPK melakukan penggeledahan di kediaman Ketua DPR itu di Jalan Wijaya XIII Melawai Kebayoran Baru sejak Rabu 15 November 2017 malam.

“Cepat atau lambat tersangka pasti ditahan, Kalau tersangka kan jelas alat buktinya cukup, dan pasti sudah ada proses penyidikan sudah naik perkaranya,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Jakarta, Kamis 16 November 2017.

Untuk itu, KPK mempertimbangkan untuk memasukkan Setya Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan selanjutnya penahanan

Pengecualian penahanan hanya bila ada putusan praperadilan. “Pasti dong (ditahan), kan sudah tersangka yang bersangkutan. Kan selama ini begitu, cepat atau lambat, karena apa? Tidak mungkin kita mundur, kecuali atas putusan praperadilan,” tambah Alexander.

Sebelumnya KPK menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) kedua untuk Setnov dalam kasus KTP-E pada 31 Oktober 2017 atas nama tersangka Setya Novanto.

Penerbitan sprindik itu dilakukan KPK setelah mempelajari dengan seksama putusan praperadilan yang diputus pada 29 September 2017 yang membatalkan sprindik untuk Setnov pada 17 Juli 2017 lalu.

Pengakuan Pengacara

Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menceritakan kronologi kehadiran dirinya hingga kedatangan penyidik KPK ke kediaman Ketua DPR Setya Novanto.

Fredrich mengakui para penyidik KPK datang ke kediaman Novanto dengan menunjukkan surat perintah penangkapan Novanto, serta surat tugas penggeledahan kediaman kliennya yang saat ini berstatus tersangka kasus dugaan korupsi KTP elektronik.

Awalnya Fredrich datang ke gedung parlemen, Rabu pagi, menemui Novanto yang kebetulan saat itu memiliki agenda memimpin rapat paripurna pembukaan masa sidang kedua tahun sidang 2017-2018.

Seusai sidang Novanto meminta izin kepada Fredrich untuk beribadah salat, serta melakukan rapat, sekaligus berpesan kepada Fredrich untuk datang ke kediamannya pukul 19.00 WIB.

Pada Rabu sore Fredrich beranjak menuju kediaman Novanto. Di perjalanan, pukul 18.30 WIB Fredrich mencoba menghubungi ajudan Novanto untuk memastikan apakah Novanto sudah dapat ditemui di kediamannya atau belum, namun nomor telepon ajudan Setya Novanto ternyata tidak aktif.

Akhirnya Fredrich tetap menuju kediaman Novanto dan tiba sekitar pukul 18.40 WIB. Setibanya di kediaman Novanto, Fredrich mendapatkan informasi oleh petugas keamanan dalam (pamdal) rumah Novanto bahwa Novanto baru saja pergi keluar dijemput seorang tamu.

Menurut Fredrich Novanto hanya pamit kepada pamdal, sebab istrinya sedang tidur kala itu, dan anaknya masih kecil. Pamdal tersebut pun menyampaikan pesan Setya Novanto supaya Fredrich menunggu sebentar.

“Ibu (istri Novanto) tidur, anaknya juga kan masih kecil. Kata Pamdal bapak pergi sebentar dijemput seorang tamu dan saya diminta tunggu. Jadi ya, saya tunggu, tapi tiba-tiba ada ‘gruduk-gruduk’ banyak gerombolan orang datang,” kata Fredrich.

Orang-orang tersebut tidak lain adalah para penyidik KPK didampingi Brimob, membawa surat perintah penangkapan Setya Novanto serta surat tugas penggeledahan rumah Novanto. Kedatangan penyidik KPK itu sekitar pukul 21.40 WIB.

Penyidik KPK menanyakan keberadaan Novanto, namun Fredrich menyatakan tidak mengetahui di mana Setya Novanto berada sebab dirinya juga sedang menunggu tuan rumah.

Penyidik KPK lantas menunjukkan surat tugas penggeledahan rumah Novanto dan melakukan penggeledahan di setiap sisi rumah.

“Saya sangat mengawasi (penggeledahan), bahkan saya tidak segan tegur, seperti tadi ‘itu parfum jangan disentuh, itu kan barang milik pribadi. Masa parfum ada dokumennya ya, ga mungkinlah kan gitu,” kata Fredrich.

Penyidik KPK menunggu Novanto sekaligus menggeledah rumah Novanto hingga Kamis dini hari pukul 02.50 WIB.

“Saya persilakan menggeledah. Beliau (Novanto) tidak ada rahasia apa pun, ruang kerja, lemari baju silakan (digeledah), memang tidak ada suatu rahasia, surat dan foto diperiksa silakan,” kata Fredrich.

Fredrich kembali menegaskan bahwa penyidik KPK hanya membawa rekaman CCTV dari kediaman Novanto. Ketika ditanya mengenai isi tas dan koper yang dibawa penyidik KPK, Fredrich menekankan bahwa isinya adalah jaket atau pakaian milik penyidik KPK itu sendiri.

“Koper KPK itu kan koper dia. Mereka kan punya jaket. Itu isinya bajunya mereka kok, nggak ada apa-apa, kok ngotot,” tegas Fredrich.

Please follow and like us:
17

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *