Headline News

Penelantar Hewan Peliharaan Bisa Dijerat Pidana

JAKARTA, REQNews – Syahdan seekor anjing bernama Valent ditinggal dalam sebuah mobil yang terparkir di Mal Grand Indonesia, Jumat 1 Desember 2017. Dengan tubuh mungilnya, Valent tak berdaya untuk keluar dari mobil ‘sang majikan’.

7 jam pun berlalu, tidak ada tanda-tanda si pemilik mobil untuk kembali. Ratapan Valent pun sepertinya mulai jenuh. Dengan kaca mobil yang dibuka seukuran dua jari tangan orang dewasa, Valent sedikit beruntung bisa menghela nafasnya.

Sayangnya, rasa lapar dan haus tak bisa disembunyikan anjing berwarna putih tersebut.  Hal itu terlihat ketika Tommy Prabowo menghampirinya, Valent langsung mendekat dan menggonggong.

“Waktu saya tiba di mal, (mobil) kita parkiran sebelahan, ketika saya parkir, kan pintu saya dan pintu Valent bersebelahan. Dia menuju ke pintu sebelah dan langsung gonggongin saya. Di awal, saya kaget. Wah ada orang taruh anjing di dalam mobil,” ujar Tommy.

Waktu pun terus berjalan dan tepat 8 jam pula si anjing malang ini terkurung di mobil. Valent semakin mengurangi gerak. Tommy lantas berusaha memberikan air kepada Valent, karena yakin anjing tersebut telah mengalami dehidrasi dan lemas.

“Saya hampir mau pecahkan kaca mobilnya tapi security menahan saya. Saya ketuk-ketuk kaca, pokoknya biar dia gerak dulu karena dia sudah ada 7 jam,” ujarnya.

Alhasil pukul 00.43, sang pemilik mobil akhirnya datang saat seluruh parkiran sudah kosong. Tiga orang yang terdiri dari dua perempuan dan satu pria datang. Pemilik tersebut mengaku sudah biasa meninggalkan Valent di dalam mobil tersebut. Pikiran positif Tommy soal pemilik Valent pun hilang seketika.

“Yang saya ingin orang tahu ialah bagaimana kalau kita pelihara anjing, bagaimana membawa anjing ke luar rumah. Gimana anjing-anjing ini selamat, dipelihara pemilik yang punya hati nurani,” sambungnya.

Cerita Tommy sempat viral di media sosial. Tommy memposting foto dan juga video Valent yang ditinggal di dalam mobil.

Lalu apakah negara Indonesia melindungi kesejahteraan hewan-hewan peliharaan, seperti Valent?

Menurut konsultan hukum Tri Jata Ayu Pramesti, bagi pemilik hewan yang diduga melakukan penganiayaan atau penelantaran hewan peliharaannya dapat dijerat Pasal 302 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dimana pada ayat 1 berbunyi pelaku bisa diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan

Ayat itu juga menerangkan bahwa yang dapat dijerat Pasal 302 ini adalah barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya.

“Selanjutnya barang siapa tanpa tujuan yang patut atau dengan melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, dengan sengaja tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan, yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya, atau kepada hewan yang wajib dipeliharanya,” kata Tri mengutip bunyi Pasal 302 KUHP.

Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah, karena penganiayaan hewan.

“Jika hewan itu milik yang bersalah, maka hewan itu dapat dirampas.Percobaan melakukan kejahatan tersebut tidak dipidana,” ujarnya.

Apakah ada aturan di luar KUHP yang juga mengatur mengenai satwa? Tri menjawab ada di ketentuan dalam Pasal 66 ayat (1) UU 18/2009.

Pasal tersebut berbunyi “Untuk kepentingan kesejahteraan hewan dilakukan tindakan yang berkaitan dengan penangkapan dan penanganan; penempatan dan pengandangan; pemeliharaan dan perawatan; pengangkutan; pemotongan dan pembunuhan; serta perlakuan dan pengayoman yang wajar terhadap hewan.”

Kepentingan kesejahteraan hewan yang dimaksud dalam pasal tersebut salah satunya meliputi pemeliharaan, pengamanan, perawatan, dan pengayoman hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa lapar dan haus, rasa sakit, penganiayaan dan penyalahgunaan, serta rasa takut dan tertekan.

Peraturan lainnya mengenai perlakuan hewan secara wajar juga diatur lebih khusus dalam Pasal 92 Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *