Headline News

Dilantik Presiden, Djoko Setiadi Resmi Jadi Kepala BSSN

JAKARTA, REQNews- Presiden Joko Widodo resmi melantik Kepala Lembaga Sandi Negara Mayor Jenderal Djoko Setiadi menjadi Kepala Badan Siber dan Sandi Negara hari ini di Istana Negara.

Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 130 Tahun 2017 tentang Pemberhentian dengan Hormat Kepala Lembaga Sandi Negara dan Pengangkatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara. Pelantikan ini dilakukan setelah Perpres soal BSSN direvisi. Djoko Setiadi saat ini menjabat Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Djoko saat sumpah jabatan di depan Presiden Jokowi.

Djoko Setiadi nantinya akan berada langsung di bawah Presiden Jokowi. Hal itu termasuk dalam Peraturan Presiden  Nomor 133 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 53 Tahun, Pasal 36 Perpres 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara yang menyatakan, Kepala BSSN harus menyampaikan laporan kepada Presiden mengenai hasil pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang keamanan siber secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Posisi BSSN yang sebelumnya berada di bawah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan diubah menjadi langsung di bawah Presiden melalui Perpres yang ditandatangani 16 Desember 2017 lalu. Alasan Jokowi menyatakan pengubahan posisi itu disebabkan BSSN merupakan lembaga penting dan dibutuhkan negara guna mengantisipasi perkembangan dunia siber yang sangat cepat.

Dalam perpres ini juga ditegaskan, Kepala BSSN diberikan hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri.

BSSN dibentuk guna memproteksi dan memayungi semua kegiatan siber dari kementerian atau lembaga lain. Beberapa di antaranya cyber defense dari Kementerian Pertahanan, intelijen siber dari Badan Intelijen Negara (BIN), satuan siber TNI, dan lainnya. (Ran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *