Headline News

DPN Peradi Keberatan dengan Pemeriksaan Direktur LBH Jakarta

JAKARTA, REQNews- Dewan Pimpinan Nasional Perhimpun Advokat Indonesia telah menerima Permohonan dari rekan Advokat Algiffari Aqsa pada Rabu (24/1/2018)  terkait kasus teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. DPN Peradi Keberatan dengan Pemeriksaan terhadap Direktur LBH Jakarta.

“DPN Peradi Keberatan dengan Pemeriksaan terhadap Direktur LBH Jakarta” jelas Dewan Pimpinan Nasional (DPN) melalui siararan persnya Senin, (29/1/2018).

DPN PERADI menjelaskan  telah mempelajari dan menganalisa dalam gelar perkara yang dilaksanakan Jum’at (26/1/2018)  di markas DPN PERADI yang berkantor di wilayah Slipi, Jakarta Barat terkait permasalahan yang menjadi pokok panggilan Polda Metro jaya tersebut maka, DPN PERADI berkeberatan atas akan dilakukannya pemeriksaan terhadap Rekan Advokat Algiffari Aqsa  dengan alasan – alasan sebagai berikut:

Bahwa DPN PERADI telah mendalami kasus posisi yang dimaksud dengan sungguh–sungguh dan telah melakukan pemanggilan lebih dahulu untuk diperiksa secara internal terhadap Rekan Advokat Alghiffari Aqsa, SH., tersebut pada Rapat Bidang Pembelaan Profesi DPN PERADI pada Jum’at (26/ 1/2018)

Dari pemeriksaan tersebut diperoleh fakta Rekan Advokat Alghiffari Aqsa, SH., memberikan pernyataan dalam Program Acara Metro Realitas dengan judul “Benang Kusut Kasus Novel” yang ditayangkan pada (8/1/2018) sekitar pukul 22.00 WIB di Metro TV sebagai kuasa hukum Novel Baswedan atas inisiasi dari Metro TV.

Bahwa kewenangan memberikan pernyataan sebagai Kuasa Hukum Novel Baswedan tersebut diperkuat dari Surat Kuasa Khusus Tanggal (13/10/2017) menuliskan kapasitasnya berbicara sebagai Kuasa Hukum Novel Baswedan, sehingga DPN PERADI mempertimbangkannya sebagai bukti yang kuat yang bersangkutan sedang menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Advokat yang harus dilindungi oleh Undang-Undang.

Bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat pada Pasal 16 juncto Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26 Tahun 2012 Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, DPN PERADI merekomendasikan agar terhadap statement Rekan Advokat Alghiffari Aqsa, SH., dimaksud dalam pokok perkara supaya digunakan Hak Jawab maupun Hak Tolak menurut ketentuan Pasal 5 Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengingat statement itu termuat dalam suatu produk jurnalistik.

Kemudian pada kesempatan ini DPN PERADI menghimbau kepada seluruh penegak hukum baik Polri, KPK dan Kejaksaan, dll agar dapat berkordinasi terlebih dahulu kepada DPN PERADI ketika menghadapi Advokat yang diduga melakukan tindak pidana kejahatan dengan terlebih dahulu melihat apakah ini merupakan tindak kejahatan murni atau terkait Advokat yang sedang menjalankan profesinya. DPN PERADI memiliki pranata yang lengkap guna melakukan pemeriksaan terkait hal tersebut sebagaimana telah dijamin dalam Undang-Undang Advokat. (Ran)

Please follow and like us:
17

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *