Headline Outline

WASPADA! GEJALA KELAINAN NARSISISTIK TELAH MELANDA DUNIA You were born to be real, not to be perfect…!

Kehadiran media sosial memanjakan kita. Semua orang dapat mengunggah apa saja. Jika mengunggah hal-ihwal yang positif, tentu saja baik, apalagi jika mengandung aspek informatif, edukatif, inspiratif atau menghibur. Well, yang semacam itu positif!

Media sosial juga memiliki sisi negatif. Ada orang yang eksis hampir setiap jam. Apa saja aktivitasnya dan di mana dia sedang berada, diunggah. Kalau dahulu Descartes mengatakan, “cogito Ergo sum” yang artinya “aku berpikir maka aku ada.” Maka orang-orang yang rajin eksis di media sosial, mungkin bisa berkata, “aku eksis di medsos, maka aku ada.”

Media sosial juga menjadi persoalan negatif karena banyak orang memanfaatkannya sebagai media curhat pribadi, media untuk melampiaskan emosi, mengumpat, memajang foto-foto yang tak pantas, hingga menghadirkan foto-foto hasil rekayasa atau editan, semisal, mejeng dengan aktor atau artis populer.

Penyakit kepribadian narsisistik atau narcissistic personality disorder adalah sebuah penyakit kepribadian, yaitu perilaku abnormal yang dikarakteristikkan oleh perasaan berlebihan terhadap diri sendiri. Istilah Narsistik berasal dari kata narsisisme (dari bahasa Inggris) atau narsisme (dari bahasa Belanda) yang berarti perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist).

Istilah narsisis pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa Latin: Narcissus), yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Ia sangat terpengaruh oleh rasa cinta akan dirinya sendiri dan tanpa sengaja menjulurkan tangannya hingga tenggelam dan akhirnya tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.

Sejujurnya sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir. bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Narsisisme memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia. Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis.

Kelainan kepribadian atau bisa disebut juga penyimpangan kepribadian merupakan istilah umum untuk jenis penyakit mental seseorang, di mana pada kondisi tersebut cara berpikir, cara memahami situasi dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal. Kondisi itu membuat seseorang memiliki sifat yang menyebabkannya merasa dan berperilaku dengan cara-cara yang menyedihkan, membatasi kemampuannya untuk dapat berperan dalam suatu hubungan. Seseorang yang narsis biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat, namun apabila narsisme yang dimilikinya sudah mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka rasa percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat, karena hanya memandang dirinya sebagai yang paling hebat dari orang lain tanpa bisa menghargai orang lain.

Selain itu, beberapa literatur menyebutkan bahwa seseorang dengan sifat narsis yang berlebihan memiliki kecenderungan untuk meninggikan dirinya di hadapan orang lain, menjaga harga dirinya dengan merendahkan orang lain saat orang lain memiliki kemampuan atau hal yang lebih baik darinya, bahkan tidak segan untuk mengasingkan orang lain untuk memperoleh kemenangan.

 

CARA MENGATASI

Kelainan kepribadian narsisistik atau narcissistic personality disorder merupakan satu dari beberapa tipe kelainan kepribadian. Kelainan kepribadian adalah kondisi ketika seseorang mempunyai sifat yang menyebabkan mereka merasa  dan berlaku sosial secara menyedihkan, membatasi kemampuan mereka untuk berfungsi dalam sebuah hubungan dan area lainnya dalam hidup mereka seperti pekerjaan dan sekolah. Gejala dan gangguan kepribadian narsisistik menurut para ahli kejiwaan adalah sebagai berikut:

  1. Menempatkan nilai diri sendiri terlalu tinggi dan berlebihan dibandingkan orang lain.
  1. Menganggap dirinya sebagai orang yang superior tanpa memiliki pencapaian yang mendukung anggapannya tersebut.
  2. Sangat melebih – lebihkan pencapaian, prestasi dan bakat dirinya sendiri, merasa dirinya terlalu hebat.
  3. Meyakini bahwa hanya orang yang sama istimewa dengan dirinya yang akan mengerti jalan pikirannya.
  4. Pikirannya dipenuhi dengan khayalan atau fantasi mengenai kesuksesan, kekuasaan, kepandaian, kecantikan atau ketampanan, atau menemukan pasangan yang sempurna.
  5. Memiliki keutuhan tinggi untuk selalu mendapatkan pujian dan kekaguman dari orang lain.
  6. Menganggap dirinya sangat berhak mendapatkan perlakuan istimewa dan hal tersebut merupakan hal yang wajar.
  7. Memanfaatkan atau memanipulasi orang lain untuk mendapatkan keinginannya atau mendapatkan keuntungan dirinya sendiri.
  8. Tidak mampu menyadari perasaan dan kebutuhan orang lain, atau dengan kata lain kekurangan rasa empati.
  9. Selalu merasa cemburu terhadap orang lain dan juga merasa orang lain cemburu juga kepadanya.
  10. Mempunyai fantasi mengenai kesuksesan, kecantikan, ketampanan, dan kekuasaan serta ketenaran tanpa batas.
  11. Menganggap dirinya sangat istimewa serta unik sehingga hanya mau bergaul dengan orang  – orang yang berstatus tinggi dan berkelas tinggi.

Beberapa perawatan dapat membantu mengatasi penyakit ini, antara lain:

  1. Bila kelainan narsistik yang diderita sudah pada taraf impulsif dan merusak diri sendiri atau yang mempunyai perasaan yang parah terhadap kenyataan, atau hasil dari gejala sampingan dari kelainan mental yang bertumpuk dengan kelainan kepribadian. Maka perawatan rumah sakit adalah solusi terbaik.
  2. Perawatan untuk narcisistic personality disorder dapat dipusatkan pada terapi dengan cara verbal, yang juga disebut dengan psikoterapi. Jenis perawatan ini akan membantu penderita kelainan narsisistik dengan cara belajar untuk mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan orang lain sehingga dapat menjalin hubungan yang lebih intim, nyaman dan bermanfaat.
  3. Terapi psikodinamis merupakan terapi individual yang dilakukan dalam jangka panjang yang akan membantu seseorang untuk mengerti perilaku mereka, suasana hati dan pikiran – pikiran yang mengganggu.
  4. Terapi kognitif akan membantu orang untuk mengenali berbagai perilaku negatif, pola perilaku yang tidak membantu dan menggantikannya dengan perilaku yang lebih produktif dan positif.
  5. Terapi keluarga atau perkawinan dibutuhkan karena kelainan narsistik biasanya mempengaruhi berbagai aspek dalam keluarga.
  6. Terapi kelompok adalah metode terapi yang menyatukan para penderita kelainan narsistik dan diharapkan akan saling membantu melatih hubungan lebih baik dengan orang lain, mendengarkan, dan mempelajari perasaan serta menawarkan dukungan.

Bila di antara Anda merasa menjadi salah satu penderita kelainan narsisistik, segeralah mencari bantuan sehingga tidak menjadi semakin parah. Namun intinya, tidak semua kejadian atau peristiwa layak untuk disebarluaskan kepada publik melalui media sosial. Bijaksanalah mengelola akun media sosial dan jika perlu, tanyakan bagaimana caranya pada konsultan komunikasi media.(*)

Foto ilustrasi : Dok REQuisitoire


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Please follow and like us:
11

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *