Budaya Headline

Pameran Seni Rupa “Demit”

YOGYAKARTA, REQNews – Seni rupa modern Indonesia dari zaman dulu sampai sekarang sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, dari genre realis, naturalis sekarang sudah merambah genre kontemporer bahkan postmodern. Namun, tidak demikian dengan perjalanan seni rupa tradisional kita. Sekarang ini perupa tradisional jumlahnya sudah sangat menurun, yang senior sudah banyak yang almarhum sedangkan yang muda sepertinya enggan meneruskan seni rupa tradisi ini. Kalaupun ada, mereka hanya memakai gaya tradisi untuk karyanya, sedangkan cara-cara tradisi lama sudah ditinggalkannya, semisal cat yang digunakan dahulu memakai bubuk pewarna atau oker, sekarang sudah memakai cat buatan pabrik seperti cat akrilik, dahulu masih menggunakan ancur merang, sekarang dengan lem poxy dan lain sebagainya. Zaman memang sudah berubah, bahan-bahan cat tradisi sudah jarang kita jumpai lagi.

Bentara Budaya Yogyakarta tertarik dengan pelestarian dan ingin  mendokumentasikan seni rupa tradisional ini. dengan berupaya menampilkan kembali karya-karta senirupa tradisi ini berdampingan dengan seni rupa modern untuk membuat suasana lebih segar. Dalam pameran kali Bentara Budaya Yogyakarta  menggelar karya-karya almarhum Citro Waluyo dari Miji Pinilihan Surakarta, yang menggarap tema pesugihan seperti pesugihan Kandang Bubrah, Bulus Jimbun, Jaran Penoleh, Buto Ijo, dan lain-lainnya. Kemudian, menurut Hermanu, Kurator Bentara Budaya Yogyakarta pameran ini menampilkan juga gambar Umbul Setan-Setanan  yang sudah digambar ulang dari aslinya karena ukurannya yang kecil, jumlahnya cukup banyak, sekitar 100 gambar. Bentuk setan-setanan ini tentu saja berasal dari imajinasi tukang gambar umbul masa lalu yang dibuat sekitar tahun 1940-an di masa zaman Belanda  dan dicetak oleh percetakan Populair Solo. Gambar umbul ini adalah koleksi dari Ibnu Wibi, Yogyakarta.

Pembukaan pameran akan berlangsung pada Rabu, 7 Februari 2018, pukul 19.30 WIB. Sementara pameran akan berlangsung dari  tanggal  8 – 15 Februari 2018,  dari pukul  09.00 – 21.00 WIB. Di Bentara Budaya Yogyakarta.

Sengaja panitia mengambil tema Demit dalam pameran seni rupa kali ini. Manusia hidup di dunia ini memang tidak sendirian, di balik alam nyata yang kita jalani ini sekaligus ada alam gaib atau alam maya yang didiami oleh jin, setan, dan makhluk halus lainnya yang jumlahnya sangat banyak. Manusia sejak zaman purba sampai sekarang mempercayai keberadaan mereka, bahkan dalam agama-agama Samawi keberadaan mereka juga dibenarkan.

Dalam epos Mahabarata diceritakan tentang sosok Batari Durga  yang menguasai dunia maya dan bertahta di Setragandamayit, yaitu tempat para jin dan setan bermukim, jumlahnya sangat banyak. Menurut catatan , setan-setanan ini jumlahnya tidak kurang dari 100 jenis, mereka beranak pinak. Nah, warga Setragandamayit inilah dalam pewayangan disebut dengan Baju Barat, artinya pasukannya Batari Durga. Baju Barat ini dijadikan judul pameran seni rupa Demit ini untuk menggambarkan aneka rupa bentuk Demit Jawa. Dalam pameran kali ini hanya menampilkan Demit-Demit Jawa saja , karena di luar Jawa, dunia perdemitan ini luar biasa banyak. Yang tidak mampu didokumentasikan semua.

Ada beberapa karya tradisional lama yang merupakan patung tiga dimensi  yang dapat membawa kita ke dimensi lain, yaitu alam gaib. Jadi patung-patung ini adalah alat untuk mendatangkan arwah yang gentayangan, seperti dalam permainan jailangkung, nini thowok, dan lain sebagainya. Benda-benda ini merupakan koleksi  Subiyanto dari Klaten.

Untuk memberikan gambaran tentang alam gaib ini, bukan hanya karya-karya lama  dan patung kuno saja panitia juga tampilkan, perupa-perupa modern dilibatkan dalam pameran ini agar nuansa pamerannya lebih segar dan tidak seram.  Perupa-perupa yang mendukung pameran ini antara lain Alit Ambara, Bambang Herras, Edi Priyanto, Irwanto Lentho, Kliwon Imogiri, Lindu Prasekti, Nasirun, Pramono Pinunggul Samuel Indratma,  dan Tina Wahyuningsih. (dnls)

Please follow and like us:
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *