HAM Headline News

Orientasi Seksual di Mata Komnas HAM

JAKARTA, REQNews- Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik, memberikan pandangan terkait dengan draft revisi Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Acara Pidana (RUU KUHP) yang di antaranya berisi tentang aturan pidana bagi LGBT, melalui website resmi Komnas HAM Senin (5/2/2018).

Ahmad menegaskan bahwa ketentuan itu berpotensi mengingkari prinsip persamaan di depan hukum. Sebagai akibat dari rencana itu, sudah muncul ketakutan di masyarakat. Satu pihak takut atas potensi adanya persekusi, dan pihak lain mencemaskan adanya darurat LGBT.

“Ketakutan berlebihan pada LGBT membuat negara bisa masuk ke wilayah pribadi setiap warga negara. Kalau dibiarkan, secara tidak disadari, kita bisa masuk pada suatu kekuasaan yang luar biasa dari negara sehingga kita tidak lagi mempunyai kemerdekaan,” jelasnya.

Ahmad juga memandang bahwa isu LGBT telah dipolitisasi. Kompetisi politik yang sengit di tahun politik ini jangan mengorbankan kelompok minoritas. Karena tidak ada untungnya mengorbankan elemen bangsa sendiri.

Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak dan kebebasan HAM, orientasi seksual adalah hak asasi seseorang. “Namun, jangan melakukan tindakan seksual yang merugikan orang lain,” tegasnya.

Terkait dengan LGBT, telah disusun prinsip-prinsip internasional bagi penghormatan, perlindungan, dan pemenuhannya, yaitu Yogyakarta Principles. (Ran)

Please follow and like us:
17

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *