Headline News

Ombudsman: Ada penyimpangan Prosedur di  Polres Cirebon Hingga Tahanan Tewas

JAKARTA, REQNews– Ombudsman RI telah memeriksa laporan masyarakat a.n. Budi Santoso terkait dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh Anggota Polres Cirebon sehingga menyebabkan kematian tahanan atas nama Arif Rahman. pada tanggal (3/1/2018) lalu.

Alm. Arif Rahman ditangkap dalam keadaan sehat dan fisik yang baik, namun pada tanggal (3/1/2018) keluarga Alm. Arif Rahman mendapat kabar bahwa Alm. Arif Rahman telah meninggal dunia. Penyebab meninggalnya Alm. Arif Rahman dikarenakan tindakan pengeroyokan oleh para tahanan lain yang berada di sel berbeda.

Laporan Hasil Akhir Pemeriksaan (LHAP) Ombudsman pun langsung dilaporkan kepada Inspaktorat Pengawasan Umum Mabes Polri. Tujuannya, agar ada tindak lanjut akibat kelalaian tersebut.

“Ini menjadi semacam gunung es yang tampak di lautan supaya menjadi pembelajaran bagi Polres yang lain,” ujar Komisioner Ombudsman Ardianus Meliala di Kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Setelah melakulan penyelidikan, Ombudsman RI menemukan maladministrasi berupa penyimpangan prosedur yang dilakukan oleh Penyidik Polres Cirebon yang menyebankan Arif Rahman meninggal di antaranya, pelanggaran administrasi yang dilanggar oleh Polres Cirebon yaitu penyampaian surat penangkapan kepada tersangka yang dilakukan satu hari setelah penangkapan. Dengan begitu maka pada saat penangkapan kepada Arif Rahman, tidak disertai dengan surat penangkapan.

Padahal,  dalam Pasal 18 Ayat (1) KUHAP dan Pasal 33 Ayat (1) Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 diatur bahwa surat penangkapan harus diserahkan langsung pada saat penngkapan.

Selain itu, Ombudsman juga menemukan kelalaian lainnya di Polres Cirebon yaitu membiarkan pengeroyokan terhadap Alm. Arif Rahman oleh para tahanan lain, terdapat pintu – pintu sel tahanan tidak dalam keadaan terkunci, pembiaraan terhadap tahanan yang diperbolehkan merokok dalam blok/hunian tahanan.

“Sebenarnya kata Ombudsman, ada CCTV tetapi tidak dimonitor. Ketika sudah ada indikasi pengeroyokan, tidak ada penanganan dari pihak Polres sehingga berujung tewasnya Arif Rahman,” Lanjut Aridanus.

Ombudsman juga menilai ada tindakan tidak kompeten yang dilakukan oleh Kasi Propam Polres Cirebon yaitu Sispropam yang hanya memeriksa dan menyidangkan petugas piket jaga pada hari kejadian.

Ombudsman meminta agar Polres Cirebon melakukan evaluasi dan melakukan pemeriksaan kepada pejabat yang saat kejadian menjabat sebagi Kasat Tahanan Titipan (Tahti).

Selain itu, Ombudsman juga meminta agar Polri melakukan review terhadap proses promosi jabatan beberapa pejabat atau anggota pasca kejadian perkara. (Ran)

Please follow and like us:
14

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *